Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Tampilkan postingan dengan label PilkadaProv. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PilkadaProv. Tampilkan semua postingan

Daftar Lengkap Penerima Rekomendasi PDIP Tahap 2 Pilkada 2020

Written By GOJEK #GolekRejeki on Minggu, 19 Juli 2020 | 18.18

Daftar Lengkap Penerima Rekomendasi PDIP Tahap 2 Pilkada 2020



Rekomendasi PDIP Tahap 2
Keputusan yang ditunggu-tunggo oleh banyak orang akhirnya turun juga.  Pada hari Jumat (17/7/2020), Akhirnya PDIP resmi mengumumkan calon kepala daerah yang akan diajukan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Berikut ini nama-nama Calon Kepala Daerah penerima rekomendasi PDIP tahap 2 dalam pilkada 2020: 

1. Provinsi Sumatera Utara:
Kota Pematang Siantar:  Asner Silalahi dan Dra. Susanti Dewayani, Sp.A
Kab. Serdang Bedagai: Darma Wijaya dan H. Adlin Umar Yusri Tambunan, ST, MSP

2. Provinsi Riau:
Kabupaten Kuantan Singingi: Halim dan Komperensi, SP, MSi

3. Provinsi Sumatera Selatan:
Kabupaten Oku Timur: Lanosin dan Adi Nugraha Purnya Yudha

4. Provinsi Lampung:
Kabupaten Lampung Tengah: Loekman Djoyosoemarto dan M Liyas Haryani Muda
Kabupatsen Pesisir Barat:  Pieter, SE dan H Fahrurrazi, SE, MM

5. Provinsi Jawa Barat:
Kabupaten Pangandaran: H. Jeje Wiradinata dan H. Ujang Endin Indrawan, SH
Kota Depok: Pradi Supriatna dan Hj. Afifa Alia, ST

6. Provinsi Jawa Tengah:
Kota Surakarta (Solo): Gibran Rakabumung Raka dan Teguh Prakosa
Kabupaten Sukoharjo: Etty Suryani, Se, MM dan Drs. Agus Santosa
Kabupaten Pekalongan: Fadia Arafiq, SE, MM dan H. Riswadi, SH
Kabupaten Purworejo: Agustinus Susanto dan Rahmad Kabuli Jarwinto, SPd
Kabupaten Wonsoobo: Afif Nurhidayat, SAg dan H. Muhammad Albar

7. Provinsi DIY
Kabupaten Sleman: Dra, Hj. Kustini Sri Purnomo dan Danang Maharsa, SE
Kabupaten Gunungkidul: Bambang Wisnu Handoyo dan Benyamin Sudarmaji

8. Provinsi Jawa Timur
Kabupaten Kediri: Hanindhito Himawan Pramana dan Dewi Mariya Ulfa
Kota Pasuruan: Raharto Teno Prasetyo dan H. Mochammad Hasjim Asjari, ST
Kota Blitar: Drs Santoso MPd dan Ir Tjutjuk Sunaryo, MM
Kabupaten Trenggalek: M Nur Arifin dan Syah Muhammad Natanegara
Kabupaten Blitar: Drs Rijanto, MM dan Marhaenis Urip Widodo
Kabupaten Mojokerto: H Pungkasiadi, SH dan Titik Mas'udah, Sag

9. Provinci Kalimantan Barat
Kabupaten Ketapang : H Eryanto Harun dan Mateus Yudi, SE, MSi
Kabupaten Melawi: H Dadi Sunarya Usfa Yursa, AMd dan Drs Kluisen
Kab. Kapuas Hulu: Fransiskus Diaan, SH dan Wahyudi Hidayat, ST

10. Provinsi Kalimantan Utara
Kabupaten Malinau: Drs Jhonny Laing Impang, MSi dan Muhrim, SE
Kabupaten Tanatidung: Markus, SE, MM dan Hamjah M
Kab. Bulungan: Dr H Sigit Muryono, MPd, Kons dan Markus Juk

11. Provinsi Kalimantan Selatan
Kab. Banjar: H Rusli dan KH M Fadhlan Asy‘ari

12. Provinsi Kalimantan Timur
Kab. Kutai Kertanegara: Drs Edi Damansyah, MSi dan H Rendi Solihin

13. Provinsi Sulawesi Tenggara
Kabupaten Wakatobi: Haliana, SEdan Ilmiati Daud, SE, MSi
Kabupaten Konawe Utara: DR Ir Ruksamin, ST, MSi, IPM dan Abu Haera, SSos, MSi

14. Provinsi Sulawesi Selatan
Kabupaten Gowa: Adnan Purucita Ichsan dan Abdul Rauf Mallagani
Kota Makassar: DR Syamsul Rizal MI, SSos, MSi dan dr Fadli Ananda, SpOG, MKes
Kabupaten Pangkajene Kepulauan: Dr H Abdul Rahman Assegaf dan Ir Muammar Muhayang, ST, MM, IPM ASEAN, Eng

15. Provinsi Sulawesi Tengah
Kabupaten. Sigi: Mohamad Irwan, S.Sos, MSi dan Dr Samuel Y Pongi, SE, MSi
Kabupaten. Banggai Laut: Drs H Wenny Bukamo dan Ridaya La Ode Ngkowe, SSi, MA
Kota Palu: Drs Hidayat, MSi dan Hj Habsa Yanti Ponulele, ST, MSi
Kabupaten  Toli-toli: H Muchtar Deluma, SH, MHdan Drs Bakri Irus, Apt, MM

16. Provinsi Sulawesi Utara
Kababupaten  Bolmong Selatan: Hi Iskandar Kamaru, SPt dan Deddy Abdul Hamid
Kota Bitung: Ir Maurits Mantiri dan Hengky Honandar, SE
Kabupaten Minahasa Selatan: Franky D Wongkar, SH dan Pdt Petra Rembang, MTh
Kabupaten Minahasa Utara: Joune JE Ganda, SE dan Kevin W Lotulung, SH, MH

17. Provinsi Maluku Utara
Kota Ternate: Merlisa, SE dan Juhdi Taslim, SH, MH

18. Provinsi Papua Barat
Kabupaten Manokwari Selatan: Markus Waran, ST, MSi dan Wempi Welly Rengkung, SE, MSi

19. Provinsi Papua
Kab. Boven Digoel: Martinus Wagi, SP dan Isak Bangri, SE




18.18 | 0 komentar

Munculkan Poros Baru, Demokrat ciptakan nuansa DKI di Pilkada Jawa Barat

Written By GOJEK #GolekRejeki on Senin, 11 September 2017 | 00.02

Munculkan Poros Baru, 
Demokrat  ciptakan nuansa DKI di Pilkada Jawa Barat



Pilkada Jabar
Sebuah babak baru perebutan kursi Gubernur Jawa barat tahun depan sudah dimulai. Dengan dibidani oleh Partai Demokrat (PD), lahir koalisi baru dengan anggota Partai Demokrat, PAN dan PPP. Setelah melalui loby-loby yang matang, akhirnya ketiga partai tersebut sepakat untuk membentuk poros baru dalam rangka menghadapi Pemilihan Kepala Daerah di Jawa Barat. Tujuan dibentuknya poros baru ini adalah mencari alternatif figur baru yang akan diusung di Pilgub Jabar, dimana saat ini sudah ada 2 nama yang mengerucut yaitu Dedy Mizwar dan Ridwan Kamil.
Demi mengingat pentingnya peta politik di Jawa Barat, maka  ketiga parpol tersebut juga menginginkan untuk melakukan koalisi di pilkada tahun 2018 yang akan dilaksanakan di 16 kabupaten dan kota di Jabar. Kesepakatan tersebut muncul setelah dilakukan tiga kali pertemuan, meskipun belum dideklarasikan lantaran muncul klausul baru yang belum masuk draf nota kesepahaman.

Sebagaimana dirilis dari detik.com, koalisi baru ini berencana untuk memunculkan tokoh alternatif yang akan mereka jagokan untuk dijagokan sebagai orang nomor satu di Jawa Barat.  Sejumlah nama sudah mulai digaung-gaungkan oleh koalisi 3 partai tersebut, termasuk Dedi Mulyadi yang sebelumnya sudah banyak disebut oleh Partai Golkar.  

Dengan adanya pembentukan poros baru tersebut, maka mematahkan anggapan- anggapan terdahulu dimana sebelumnya PAN sudah menyatakan siap mendukung Ridwan Kamil bersama Nasdem dan PKB meskipun disinyalir Partai yang dibesarkan oleh Amien Rais tersebut juga memberikan sinyal ke Dedy Miswar yang sebelumnya sudah mulai diusung oleh koalisi Gerindra-PKS. Sebenarnya pembentukan koalisi ini juga ditawarkan ke PKB, tapi mereka tetap conding untuk mencalonkan Ridwan Kamil.
Poros baru Demokrat-PAN-PPP di Pilkada Jabar. (Mukhlis Dinillah/detikcom)
Dengan mundurnya PAN dan PPP, Ridwan Kamil pun terancam tak bisa mendapat tiket untuk maju dalam Pilgub Jabar. Sebab, kursi PKB dan NasDem di DPRD Jabar tak cukup untuk bisa mengusung calon. Adapun Sedangkan Hanura sudah memberi sinyal bergabung dengan poros PDIP-Golkar dan Gerindra-PKS sudah tak tergoyahkan. Meski begitu, dinamika masih mungkin saja berubah sampai pendaftaran resmi ke KPU nanti.

Kalau dicermati, dinamika yang terjadi di dalam Pilkada Jawa barat 2018 ini mirip dengan yang terjadi di DKI jakarta. Dimana saat itu sudah ada dua poros besar yaitu Anies Baswedan-Sandiaga Uni  yang diusung oleh Gerindra dan PKS  serta  Basuki Tjahaja Purnama (ahok)-  Djarot Saifu Hidayat yang diusunng oleh PDIP , Golkar, Nasdem dan partai-partai lainnya. Dan didetik-detik terakhir, drama muncul dengan adanya koalisi dari Demokrat, PAN, PPP dan PKB yang memunculkan nama baru Agus Harimurti Yudhoyono-  ylviana Murni.

.

00.02 | 0 komentar

Mengukur Kekuatan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Tengah

Written By GOJEK #GolekRejeki on Kamis, 18 April 2013 | 07.47

Satu bulan lagi, warga Jawa Tengah akan mengadakan pesta demokrasi untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur. Tidak kurang 3 pasangan calon sudah ditetapkan oleh KPUD Propinsi Jawa Tengah untuk bersaing dalam pemilihan yang akan di selenggarakan pada tanggal 26 Mei 2013. Semua partai politik akan tampil dalam pilkada ini mengingat Jawa Tengah merupakan salah satu barometer untuk mendulang kesuksesan dalam Pemilu tahun 2014.  Adapun Pasangan calon yang akan bersaing, sesuai dengan nomer urut pilkada antara lain:

1. Hadi Prabowo MM - Dr Don Murdono, SH, M.Si
Pasangan yang di usung oleh 6 partai yaitu PKS, PKB, PPP, Gerindra, Hanura, dan PKNU ini sebenarnya adalah pasangan terakhir yang lahir dari keputusan politik PDIP yang menjagokan pasangan mereka sendiri karena keduanya mendaftar sebagai Balon Cagup dari Partai Banteng merah tersebut.
Hadi Prabowo MM yang lahir di Klaten, 3 April 1960 ini merupakan lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro Semarang 1985. Beliau menghabiskan seluruh karirnya di Pemerintah Provinsi Jateng sejak 1988. 
Sedangkan pasangannya,  Don Murdono, SH, M.Si Kelahiran Kendal 15 Oktober 1958 ini lahir dari keluarga aktivis Partai Nasional Indonesia Sugito Wiryohamidjoyo dan Rustiawati.Don pernah menjabat sebagai wakil ketua DPD PDIP Jateng hingga 2000. Don juga pernah menjabat sebagai anggota DPR pada 1999—2004. Namun pada 2003 dia mencalonkan sebagai Bupati Sumedang dan berhasil memenangkan pemilihan tersebut. Pada 2008, Don kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Sumedang dan berhasil memenangkan pemilihan untuk kedua kalinya
Kekuatan mesin politik PKS yang sangat solid, kader dan simpatisan PKB-PPP yang mengakar di Pantura Jateng dan di dukung kekuatan modal besar dari Prabowo (gerindra) merupakan kekuatan utama yang akan mensukseskan pasangan ini menjadi Gubernur-Wakil Gubernur Jateng. 
Kapasitas Hadi Prabowo sebagai ketua Korpri Jawa Tengah juga bisa mendongkrak suaranya terutama dari kalangan PNS. Dan didukung juga dari faktor Don Murdono sebagai kader PDIP yang kuat di akar rumput akan menuai suara apalagi banyak kader PDIP yang kecewa karena Rustriningsih tidak mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP

2. H. Bibit Waluyo - Prof Dr Sudijono Sastroatmojo, M.Si
Pasangan yang diusung Partai Demokrat, Golkar dan PAN ini merupakan kolaborasi dari Birokrat-militer dengan akademisi.  H. Bibit Waluyo yang lahir di Klaten pada 5 Agustus 1949 ini merupakan lulusan Akabari pada 1972. Karir militer Bibit cukup cemerlang dengan menduduki sejumlah jabatan strategis seperti Panglima Kodam Jaya pada 2001. Jabatan terakhir Bibit adalah Panglima Kostrad dengan pangkat Letnan Jenderal TNI AD. Setelah Purna tugas, beliau mendaftarkan diri sebagai Calon Gubernur Jateng dari PDIP dan berhasil menduduki jabatan Gubernur hingga saat ini
Prof Dr Sudijono Sastroatmojo, M.Si yang lahir di  Pacitan 15 Agustus 1952 ini dikenal sebagai akademisi. Riwayat pendidikannya cukup unik karena menjalani beberapa bidang yang berbeda. Pada level Strata I dia mengambil Pendidikan di IKIP Semarang pada 1971. Kemudian pada Strata II dia mengambil magister Studi pembangunan di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Kemudian pada gelar Doktor dia mengambil Hukum Agraria dari Universitas Diponegoro.Profesor Ilmu Hukum ini banyak menghabiskan karir formal di Universitas Negeri Semarang (Unnes/dahulu IKIP Semarang) berawal sebagai Dosen dan hingga saat inimenjabat sebagai Rektor Universitas Negeri Semarang
Kekuatan pasangan ini bertumpu pada jabatan Bibit Waluyo sebagai Incumbent sehingga namanya sudah dikenal luas oleh seluruh warga Jawa Tengah meskipun banyak hal-hal kontroversial yang beliau lakukan. Faktor Sudijono Sastroatmojo sebagai Rektor salah satu universitas terbesar di Jawa Tengah diharapkan bisa merangkul kalangan akademisi terutama alumni Unnes yang banyak berkiprah di Jawa Tengah.

3. H. Ganjar Pranowo, SH - Drs H. Heru Sudjatmoko, M.Si
Pasangan yang di usung oleh PDIP ini merupakan pasangan kuda hitam yang layak diperhitungkan dalam pilkada jateng. Ganjar Pranowo,  Pria kelahiran Karanganyar 28 Oktober 1968 ini merupakan salah satu kader muda PDI Perjuangan yang memiliki karir cukup melejitGanjar pertama kali maju dalam Pemilu Legislatif pada 2004 lalu dari Daerah pemilihan 7 Jateng, namun kalah suara. Dia kemudian menjadi anggota DPR periode 2004—2009 melalu mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW). Pada 2009, Ganjar terpilih kembali sebagai anggota DPR untuk jabatan hingga 2014.
Pria kelahiran Purbalingga 13 Juni 1951 ini merupakan lulusan Akademin Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Semarang 1974.  Karir Heru banyak dihabiskan sebagai Pegawai Negersi Sipil (PNS), mulai dari jabatan staf bagian pemerintahan Kabupaten Purbalingga. Adapun puncak karir sebagai PNS adalah Sekretaris Daerah Purbalingga periode 1998—2005.Setelah itu, Heru mencalonkan diri dalam Pilkada Purbalingga dan berhasil menduduki jabatan Wakil Bupati periode 2005—2010. Kemudian dia kembali mengikuti Pilkada Purbalingga selanjutnyaHeru kembali memenangkan jabatan Pilkada Purbalingga dan menduduki jabatan Bupati 2010—2015.
Kekuatan pasangan ini berada di soliditas kader PDIP yang merupakan partai pemenang pemilu di Jawa Tengah. Dengan adanya kekalahan di dua Pilkada yaitu Jawa Barat dan Sumatra Utara, menjadikan DPP PDIP akan all out dalam mengusung pasangan ini. Selain itu faktor Jokowi dan kepala-kepala daerah lainnya juga akan memberi angin segar dalam menuju Jateng 1.
07.47 | 1 komentar

Megawati: "Kok, Mau Rakyat Dibodoh-bodohi Terus?"

Written By GOJEK #GolekRejeki on Selasa, 29 Januari 2013 | 04.15

Seribuan orang simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan beberapa elemen masyarakat memadati lapangan SMA Negeri 1 Tanjung Morawa (Tamora), Kabupaten Deli Serdang, Minggu (27/1/2013).

Ulang tahun ke 40 PDIP sekaligus ulang tahun Ketua Umum Megawati Soekarno Putri yang ke 66 membuat tempat langganan buruh melakukan aksi itu menjadi "lapangan merah".

Megawati datang terlambat dua jam dari jadwal pukul 10.00 WIB. Namun massa tetap setia menunggunya dengan berjoget di bawah terik matahari, menikmati hiburan artis lokal yang disediakan panitia.

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumut yang diusung "partai moncong putih", Effendi Muara Sakti Simbolon dan Jumiran Abdi atau ESJA mendampinginya hingga naik ke panggung.

Pada kesempatan tersebut, Megawati menyerahkan bantuan bibit kepada perwakilan gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan sumbangan kubah untuk dua masjid di daerah itu.
Dalam sambutannya, Mega mengatakan rakyat adalah pemilih langsung tanpa memandang usia, tua dan muda asal mampu dapat maju.

"Reformasi harus menjadikan rakyat sadar dan paham politik, tapi bukan politik uang. Khususnya ibu-ibu yang kebanyakan nonton sinetron yang tidak mendidik dan di bodoh-bodohi, rentan politik uang. Contohnya Kabupaten Deli Serdang ini, tingkat pengangguran 10 persen dari total jumlah penduduk dan masuk urutan ketujuh dari 33 kabupaten-kota. Kok, mau ya rakyat dibodoh-bodohi terus?" kata Megawati.

Menurut Megawati, masyarakat harus memilih pemimpin pelayan yang mengayomi rakyatnya. "Pesan saya sama Effendi jangan korupsi. Pilihlah apa yang Ibu Mega pilih. Walau beberapa pilihan saya kalah, itu bukan karena uang tapi karena dikalahkan. Jokowi itu tidak pakai uang dan dapat dibuktikan. Merdeka!" pekiknya.

Wakil Ketua DPD PDI-P Sumut Eddy Rangkuti mengatakan, Mega berada di Sumut sejak Sabtu (26/1/2013) kemarin. Agendanya adalah menyapa kembali warga Sumut dan pemantapan konsolidasi pemenangan calon Gubernur Sumut dengan konsentrasi wilayah di Kabupaten Samosir dan Deli Serdang.
"Hari ini, Ibu Mega bertemu masyarakat dari berbagai golongan mulai buruh, petani, nelayan dan guru. Alasannya, Pilgub ini adalah gerbang untuk Pemilu 2014 maka PDI-P untuk pemenangan EFJA harus di siapkan," kata Eddy. 
(kompas.com)
04.15 | 0 komentar

Kalah Versi Quick Count, Ilham-Aziz Klaim Menang di Real Count

Written By GOJEK #GolekRejeki on Kamis, 24 Januari 2013 | 09.14


Makassar - Berdasarkan quick count lembaga survei, perolehan suara kandidat Cagub dan Cawagub Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahar Mudzakar (IA) kalah dibanding pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang). Namun berdasarkan real count timses, Ilham-Aziz mengklaim perolehan suaranya lebih banyak dibanding pasangan Sayang.

"Hasil penghitungan 'real' dari 24 kabupaten dan kota yang dilakukan tim kami hingga malam ini, dari data 80 persen suara yang masuk di server kami, hasilnya menggembirakan. Ternyata kami melakukan perimbangan dari kandidat lain yang telah lebih awal mengklaim menang berhasil hasil quick count. Bahkan hasilnya kami masih unggul," ujar Ilham dalam konferensi pers bersama calon wakilnya, Aziz Qahar, di sekretariat timses Ilham-Aziz, di Jalan Batu Putih, Makassar, kamis (24/1/2013).

Ilham tidak merinci persentase keunggulannya. Namun ia memastikan kubunya menang di 9 kabupaten dan kota, yakni Makassar, Maros, Pangkep, Bone, Wajo, Luwu, Luwu Utara, Palopo dan Enrekang.

Ilham menambahkan, bersama timnya, ia akan melakukan pendalaman di tiga kabupaten terkait hasil perolehan suaranya, yakni di Kab. Gowa, Tana Toraja dan Toraja Utara. Di kota yang dipimpinnya selama sekitar 9 tahun, Ilham meraih total suara di atas 55 persen dari sekitar 1 juta wajib pilih, dengan tingkat partisipasi pemilih 55 persen.

Quick count Citra Publik Indonesia (CPI) Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Group, Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang mengungguli dua pesaingnya. Pasangan incumbent ini meraih 52,90 persen suara. Sedangkan pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Abdul Aziz Qahhar Mudzakar (IA) mendapatkan 41,51 persen suara dan Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasinringi (Garuda-Na) hanya sebesar 5,58 persen suara. Hasil quick count Jaringan Suara Indonesia (JSI) juga melansir hasil serupa. Pasangan Sayang meraih sebanyak 53,24 persen, IA sebanyak 41,2 persen dan Garuda-Na hanya 5,56 persen.
(detik.com)

Sebuah fenomena menarik terjadi dalam Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan ini. Meskipun dari hasil quick count menunjukkan kekalahan dengan selisih prosentase 10% pasangan ini berani mengklaim bahwa mereka menang di real count. Berdasarkan perhitungan yang sudah dilakukan dalam berbagai pemilu dengan selisih sekitar 10 % hampir dipastikan bahwa perhitungan quick count akan sama dengan hasil perhitungan real count.

Beda halnya jika selisih hasil suara dalam quick count sedikit yaitu kurang dari 5 %, maka hasil quick count tidak bisa dijadikan acuan karena dilakukan berdasarkan sampel, jadi masih ada kemungkinan tidak sesuai dengan hasil sebenarnya. Semua metode perhitungan menggunakan sampel memiliki margin error yaitu nilai toleransi yang disebabkan karena sifatnya hanya sampel atau sebagian kecil dari obyek yang dihitung. Prosentase margin error inipun bergantung pada jenis teknik sampling yang digunakan, jumlah sampel, serta sebaran sampel.

Namun demikian klaim pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Abdul Aziz Qahhar Mudzakar masih bisa terjadi meskipun sangat kecil kemungkinannya. Dan kalau hal itu benar-benar terjadi kemungkinan besar metode/teknik samping yang digunakan dalam quick count  dilakukan tanpa memenuhi kaidah ilmiah atau memang terjadi penyimpangan yang dilakukan oleh pelaku-pelaku quick count.

Jadi tunggu saja perhitungan manual versi KPUD karena bersifat resmi dan final.
09.14 | 0 komentar

43 Pilkada Dipercepat ke 2013

Written By GOJEK #GolekRejeki on Senin, 21 Januari 2013 | 08.00

Dewan Perwakilan Rakyat RI dan pemerintah sepakat mempercepat 43 pemilu kepala daerah yang akan digelar pada 2014 ke tahun 2013. Langkah itu untuk mencegah beban berat bagi para penyelenggara pemilu di 2014. 

"Bayangkan pemilu legislatif DPR, DPRD, DPD itu di 2014, pemilu presiden dan wakil presiden juga di 2014. Mana sanggup KPU dengan beban yang begitu berat, di tambah lagi pilkada," kata Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi seusai rapat bersama Komisi II DPR di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (21/1/2013).
Gamawan menjelaskan, dari 43 pilkada yang bakal digelar di 2014, 28 di antaranya dijadwalkan digelar pada 2013. Angka ini terdiri dari satu pilkada tingkat provinsi, 23 di tingkat kabupaten, dan 4 di tingkat kota. 

Adapun 15 pilkada lainnya, tambah Gamawan, belum terjadwal. Rinciannya, yakni satu pilkada tingkat provinsi, 9 tingkat kabupaten, dan 5 kota. Dengan demikian, perlu dibuat peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) untuk 15 pilkada tersebut.
"Kesimpulannya DPR meminta kepada Presiden untuk menerbitkan peraturan pemerintah pengganti UU melalui Menteri Dalam Negeri. Besok sudah langsung dibuat surat untu k presidennya," kata Gamawan. 

Gamawan menambahkan, 43 pilkada itu akan digelar bersamaan dengan 137 pilkada di 2013 yang terdiri dari 14 di tingkat provinsi, 95 di kabupaten, dan 28 di kota. Meski demikian, bagi pilkada yang mestinya digelar di 2013, masa jabatan kepala daerahnya tetap akan habis di 2014 . "Pemilunya saja dipercepat, pelantikannya tetap 2014," pungkas dia. (kompas.com)
08.00 | 0 komentar

Aher-Deddy mendapat Suara Terbanya dalam Berbagai Survei

Written By GOJEK #GolekRejeki on Rabu, 16 Januari 2013 | 01.01

Sejumlah lembaga survei menyebutkan pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar sebagai kandidat dengan angka elektabilitas dan popularitas tertinggi. Lembaga survei tersebut antara lain Pusat Kajian dan Kepakaran Statistik (PK2S) Unpad, Lembaga Survei Nasional (LSN) dan Reform Institute (RI).
Menanggapi hal tersebut, Imam Budi yang menjadi ketua Tim Pemenangan Ahmad Heryawan-Dedy Mizwar sangat bersyukur namun tetap berpesan kepada anggotanya untuk tidak terlena karena bisa menjadi bomerang dalam pemenangan pasangan yang mereka usung (inilah.com).

Sebagai incumbent, Ahmad Heryawan yang saat ini masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat memang memiliki kans yang cukup besar untuk mempertahankan jabatannya. Apalagi dengan didukung oleh Wakilnya, Dedy Mizwar yang sudah terkenal sebagai artis dan memiliki track rekor bagus terutama bagi kalangan santri dan alim ulama. 

Karakteristik masyarakat Jawa Barat yang dikenal agamis juga mampu menjadi modal yang cukup signifikant mengingat pasangan tersebut diusung oleh pasangan yang berbasis agama. Dengan modal yang dimiliki tersebut tidaklah mengherankan apabila pasangan Aher-Deddy diprediksikan akan bisa mempertahankan kemenangan mereka pada saat Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur mendatang.
01.01 | 0 komentar

Total Tayangan Halaman