Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

KPK Menangkap Presiden PKS

Written By Blogger on Kamis, 31 Januari 2013 | 00.02

Presiden PKS Luthfi Hasan malam ini ditangkap oleh KPK di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta. Sambil berjalan menuju mobil KPK, Luthfi minta didoakan.

Pantauan detikcom di lokasi, Rabu (30/1/2013) sekitar pukul 23.30 WIB, dengan pengawalan ketat penyidik, Luthfi digiring ke mobil penyidik KPK melalui pintu belakang kantor DPP PKS. Saat sudah dekat ke mobil, seseorang berlari dari dalam kantor DPP PKS menuju Luthfi dan menyalaminya.

"Doakan saja ya," kata Luthfi saat disalami orang tersebut.

Setelah bersalaman kemudian Luthfi masuk ke mobil Innova bernopol B 1031 UFS. Luthfi dibawa ke kantor KPK di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Seperti diberitakan sebelumnya Luthfi sudah ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap impor daging sapi. (detiknews)

Sebuah gempa bumi politik mengguncang negara kita. Seorang Presiden Partai yang terkenal agamis dan bersih dari korupsi ditangkap KPK karena di dakwa korupsi dengan menerima gratifikasi kuota import daging sapi.

Dan meskipun yang bersangkutan membantahnya melalui konferensi pers sebelum di"jemput" penyidik KPK, akan tetapi citra Partai Keadilan Sejahtera sudah terlanjur kotor. Akankah kesolidan pengurus dan anggota partai ini tetap terjaga ?
00.02 | 0 komentar

Misteri Hary Tanoe dan Anthony Salim

Written By Blogger on Selasa, 29 Januari 2013 | 08.14

Bob Broadfoot, pengelola perusahaan konsultan PERC (Political & Economic Risk Consultancy) sangat antusias mencari tahu tentang sepak terjang Anthony Salim. Rasa ingin tahunya itu mencuat ketika dalam Pemilu 1987, nama Anthony muncul dalam daftar calon anggota DPR/MPR-RI.
Bagi konsultan asal Amerika Serikat itu, masuknya seorang pebisnis dalam dunia politik Indonesia (pada waktu itu), sangat menarik. Pebisnis papan atas, bila menjadi anggota parlemen, sebagai law maker dapat menciptakan berbagai Undang-undang. Indonesia menurut dia sedang mengalami perubahan, terminologi populer untuk kata yang kemudian dikenal menjadi transformasi.

Perubahan itu bakal terjadi mengingat Anthony merupakan pewaris konglomerasi Salim Group. Ke arah mana perubahan itu, sangat menarik untuk diantisipasi, sebab Anthony berasal dari etnis minoritas Tionghoa.
Kepada korespondennya di Indonesia, Broadfoot yang berbasis di Hong Kong meminta supaya laporan tentang sosok Anthony Salim lebih diperdalam dalam jurnal "Asia Intelligence". "I like that story", kata Bob kepada korespondennya, melalui sambungan telepon internasional Hong Kong-Jakarta, yang pada waktu itu biaya percakapannya masih tergolong mahal.

Akan tetapi Bob terpaksa harus kecewa. Sebab ceritera tentang masuknya Anthony Salim di dunia politik, tak bisa dikembangkan lagi oleh korespondennya. Selain Anthony kurang suka melayani wawancara pers, pada saat itu kebebasan pers di Indonesia masih sangat terbatas. Masuknya Anthony di politik, juga bukan karena ambisinya.

Ceritera Anthony Salim dan bisnis serta perpolitikan Indonesia, merupakan sebuah kisah lama. Akan tetapi dari sudut pengetahuan sosial, tentang bagaimana sikap orang kaya yang "low profile", menjadi relevan. Terutama sebagai sebuah pembanding dan pembelajaran, setelah sikap orang kaya sekaliber Hary Tanoe yang "high profile", merebak.

Bagi Anthony setelah menjadi orang kaya, tidak harus lebih dikenal. Juga tidak harus bersikap arogan. Anthony sudah sejak tiga dekade lalu dipantau sebagai salah seorang pengusaha terkaya di Indonesia. Tetapi hingga sekarang, Anthony tidak pernah mau tampil dengan label itu.

Anthony ataupun keluarganya jauh lebih awal memiliki stasiun TV swasta, Indosiar. Bandingkan dengan Hary Tanoe yang berkiprah belakangan. Tak pernah terjadi Anthony Salim sebagai pemilik Indosiar tampil seperti cara yang dilakukan bos RCTI saat ini.

Kontras dengan Hary Tanoe, sebisa mungkin di semua acara RCTI yang menarik, semisal Indonesian Idol, kehadirannya wajib disiarkan. Dan ketika presenter menyebut namanya harus dengan sapaan panjang sekali.
Anthony tidak pernah terlihat memanfaatkan layar kaca Indosiar untuk mempromosikan atau mencitrakan dirinya. Beda banget dengan Hary Tanoe yang baru menguasai RCTI di 2001-an, yang konon bisa begitu berkat bantuan Anthony Salim.

Bagi Anthony Salim nampaknya berlaku hukum bahwa semakin dia dikenal, semakin besar kemungkinan dia dimusuhi. Semakin dia mencitrakan dirinya sebagai sosok yang dapat dipercaya, semakin ragu orang mempercayainya. Paradoks dengan Hary Tanoe.
Sikap Anthony yang terkesan tidak mau dikenal orang, justru melahirkan banyak spekulasi. Anthony dan ayahnya yang sudah kaya raya misalnya kelihatan khawatir kalau kedekatan mereka dengan kekuasaan, terekspose. Khawatir akan muncul semacam kecemburuan sosial. Mereka khawatir ketidak sukaan terhadap etnis minoritas Tionghoa yang selalu menjadi kelompok marginal, bisa meledak kembali.

Lagi-lagi sangat berbeda dengan Hary Tanoe. Di era SBY, begitu menjadi Presiden pada Oktober 2004, Hary Tanoe langsung merapat ke Istana. Hary tidak segan-segan memperlihatkannya.
Gara-gara caranya merapat ke kekuasaan, terlalu mencolok, Hary Tanoe sempat digugat oleh Eddy Sujana, pengacara yang juga seorang aktifis Islam. Eggy menuduh Hary Tanoe sudah memberikan hadiah mobil Jaguar kepada Andi Mallarengeng dan Dino Pati Djalal, dua orang kepercayaan Presiden SBY di awal pemerintahannya.

Hary Tanoe tentu saja membantahnya. Demikian pula Andi dan Dino. Tapi setelah membantah, Hary Tanoe tetap berusaha menempel Presiden. Caranya dengan memanfaatkan eksistensi Radio Trijaya FM Network yang belum lama diakuisisinya. Sekali dalam minggu Trijaya menghadirkan talk show live dengan SBY di Istana.

Kontan saja pihak RRI, radio publik milik pemerintah protes. Media lainnya pun ikut mempersoalkan kebijakan Presiden SBY yang dianggap memberi perlakuan istimewa kepada Hary Tanoe. Hary tidak bergeming.
Pada intinya, tuduhan Eggy Sujana dan protes pihak RRI hanya bersumber pada satu isu. Yaitu mereka tidak senang dengan cara Hary Tanoe. Yang sering memperlihatkan kepada publik bahwa dia sangat dekat dengan kekuasaan.

Kembali ke awal cerita tentang sikap Anthony menjadi semacam pembanding. Belakangan masyarakat mulai sadar bahwa melihat Anthony Salim dan Hary Tanoe harus dengan kacamata yang tajam dan berbeda.
Jangan sama ratakan semua pengusaha seperti Hary Tanoe. Jangan pula pukul rata bahwa semua WNI keturunan Tionghoa, berperangai seperti Hary Tanoe. Yang satu ini memang agak lain.
Anthony Salim misalnya dikenal sebagai orang yang sangat cerdas. Kecerdasannya antara lain tercermin dari cara dia membangun jaringan di birokrasi pemerintahan. Tapi yang mengerjakan pembukaan jaringan itu, orang lain.

Anthony antara lain merekrut seorang pemuda bernama Fianto, yang tugasnya hanya untuk bermain golf. Fianto setiap hari harus bisa bermain golf dengan anggota TNI AD, TNI AL, TNI AU dan Polri yang sudah berpangkat perwira menengah (Mayor, Letkol dan Kolonel).
Pilihan terhadap para anggota dari semua angkatan itu, atas pertimbangan, para perwira itu, kelak menjadi pejabat penting di semua lini birokrasi Indonesia. Hasilnya sepuluh atau duapuluh tahun kemudian ketika para perwira itu sudah menduduki posisi-posisi penting, mereka sudah menjadi sahabatnya Fianto.
Yah sahabat Fianto berarti sahabat Anthony. Karena Fianto bekerja atas misi dan penugasan Anthony Salim. Akhirnya jika Anthony ingin bertemu atau bersahabat, dengan mudahnya Fianto dapat mengatur pertemuan. Jadilah mereka sebagai sahabat yang saling menghargai.

Kepada penulis, Fianto bertutur bahwa ia dan bossnya (Anthony Salim) memiliki hubungan baik yang berkualitas dengan seluruh petinggi dari semua matra. Berkualitas, sebab cara Anthony merawat hubungannya dengan para jenderal dari semua matra itu, sama dengan ketika mereka belum menjadi perwira tinggi bahkan setelah tidak lagi punya jabatan.
Anthony ingin punya persahabatan yang langgeng. Sejauh mungkin menghindari konflik. Inilah yang menjadi pertanyaan sekaligus misteri di antara Anthony Salim dan Hary Tanoe. Sebab ada yang bilang, Hary Tanoe itu murid sekaligus kepercayaan Anthony Salim.

Atas dasar itu, maka Hary Tanoe diberi kesempatan membeli dan memimpin PT Bimantara Citra dan grup. Tapi kelihatannya tidak begitu. Kalau betul, Hary Tanoe dibantunya Anthony juga pasti atau semestinya membantunya dengan membekali kiat bagaimana menciptakan dan merawat kawan dalam persahabatan. Seperti kata sebuah pepatah tua: "Seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak !".
Akan tetapi boleh jadi Anthony sebagai "suhu" sengaja tidak memberikan semua ilmunya kepada Hary Tanoe. Sebab mungkin sang suhu sadar, Hary Tanoe merupakan murid yang bisa menyerang balik sang suhu. Maka ada ilmu yang tidak diturunkannya ke Hary Tanoe.

Anthony yang prudent, mungkin memang tak percaya pada muridnya ini.

(Opini: Derek Manangka, www.inilah.com 29 Januari 2013)
08.14 | 0 komentar

Marzuki: Partai Rekrut Artis, Partai Gagal

Ketua DPR Marzuki Alie menilai partai politik (parpol) yang merekrut artis untuk maju sebagai calon legislatif (caleg) dianggap sebagai partai gagal dalam membangun kaderisasi.

"Partai yang merekrut artis itu partai yang gagal di dalam membangun kader. Kecuali artis itu sudah kaderisais ikut penjenjangan ikut pembinaan di partai. Tapi tidak serta merta, tahu-tahu jadi caleg. Itu terus terang akan jadi masalah saat duduk di DPR," kata Marzuki di Gedung DPR, Selasa (29/1/2013).

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu mengatakan, partainya merekrut caleg melalui kaderisasi partai. "Kita dari dulu tidak serta merta jadikan artis duduk sebagai caleg, memang yang dari dulu sudah jadi kader," ucap Marzuki. (inilah.com)
07.25 | 0 komentar

Megawati: "Kok, Mau Rakyat Dibodoh-bodohi Terus?"

Seribuan orang simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan beberapa elemen masyarakat memadati lapangan SMA Negeri 1 Tanjung Morawa (Tamora), Kabupaten Deli Serdang, Minggu (27/1/2013).

Ulang tahun ke 40 PDIP sekaligus ulang tahun Ketua Umum Megawati Soekarno Putri yang ke 66 membuat tempat langganan buruh melakukan aksi itu menjadi "lapangan merah".

Megawati datang terlambat dua jam dari jadwal pukul 10.00 WIB. Namun massa tetap setia menunggunya dengan berjoget di bawah terik matahari, menikmati hiburan artis lokal yang disediakan panitia.

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumut yang diusung "partai moncong putih", Effendi Muara Sakti Simbolon dan Jumiran Abdi atau ESJA mendampinginya hingga naik ke panggung.

Pada kesempatan tersebut, Megawati menyerahkan bantuan bibit kepada perwakilan gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan sumbangan kubah untuk dua masjid di daerah itu.
Dalam sambutannya, Mega mengatakan rakyat adalah pemilih langsung tanpa memandang usia, tua dan muda asal mampu dapat maju.

"Reformasi harus menjadikan rakyat sadar dan paham politik, tapi bukan politik uang. Khususnya ibu-ibu yang kebanyakan nonton sinetron yang tidak mendidik dan di bodoh-bodohi, rentan politik uang. Contohnya Kabupaten Deli Serdang ini, tingkat pengangguran 10 persen dari total jumlah penduduk dan masuk urutan ketujuh dari 33 kabupaten-kota. Kok, mau ya rakyat dibodoh-bodohi terus?" kata Megawati.

Menurut Megawati, masyarakat harus memilih pemimpin pelayan yang mengayomi rakyatnya. "Pesan saya sama Effendi jangan korupsi. Pilihlah apa yang Ibu Mega pilih. Walau beberapa pilihan saya kalah, itu bukan karena uang tapi karena dikalahkan. Jokowi itu tidak pakai uang dan dapat dibuktikan. Merdeka!" pekiknya.

Wakil Ketua DPD PDI-P Sumut Eddy Rangkuti mengatakan, Mega berada di Sumut sejak Sabtu (26/1/2013) kemarin. Agendanya adalah menyapa kembali warga Sumut dan pemantapan konsolidasi pemenangan calon Gubernur Sumut dengan konsentrasi wilayah di Kabupaten Samosir dan Deli Serdang.
"Hari ini, Ibu Mega bertemu masyarakat dari berbagai golongan mulai buruh, petani, nelayan dan guru. Alasannya, Pilgub ini adalah gerbang untuk Pemilu 2014 maka PDI-P untuk pemenangan EFJA harus di siapkan," kata Eddy. 
(kompas.com)
04.15 | 0 komentar

Yang Tersembunyi dari Surya Paloh

Written By Blogger on Senin, 28 Januari 2013 | 08.16

Bagi sementara kalangan keputusan Surya Paloh menjadi Ketua Umum Partai Nasdem, merupakan langkah yang tidak bijaksana. Surya dinilai bersikap inkonsisten dan berjiwa tidak demokratis. Padahal sikap konsisten dan gaya demokrat itulah yang selalu dijual Surya melalui orasi-orasinya.

Rasa percaya pada Surya Paloh membesar, setelah ia memberi mandat kepada Rio Patrice Capella, seorang aktifis berusia muda, sebagai Ketua Umum. Aktifis-aktifis yang berusia muda pun banyak tertarik dan bergabung dengan Nasdem.
Tapi belakangan Surya (61 tahun) justru mau menggunakan sendiri panggung yang diimpikan anak muda. Mandat kepada Capella, simbol generasi muda, dimintanya kembali. Sejak itu Surya dianggap para penentangnya mengingkari janjinya sendiri. Pengingkaran itulah yang dijadikan alasan pengunduran diri oleh sejumlah anggota.
Sebagai orang yang pernah menjadi salah seorang stafnya selama 13 tahun (1986-1999) dan sebelum itu sudah mengenalnya melalui persahabatan selama kurang lebih 8 tahun, saya bisa memahami langkah Surya Paloh yang mendadak berubah.

Surya berubah, karena tidak mudah bagi dia untuk percaya bahwa visi kebangsaannya yang pluralis, sudah benar-benar dimengerti apalagi dihayati oleh generasi yang lebih muda dari dia.
Surya juga khawatir, kalau akhirnya dia dikhianati oleh orang yang dia percaya. Sehingga misi restorasi Partai Nasdem pada akhirnya menjadi tidak jelas. Pasalnya, selama kurang lebih 40 tahun berkarir di politik, bukan sekali dua kali Surya dikhianati oleh orang yang dia anggap satu visi dengannya.
Oleh sebab itu sebagai pendatang baru dalam Pemilu Legislatif, Surya tidak ingin membuat langkah keliru. Peluang Nasdem menjadi pemenang, terbuka. Tapi kalau hanya mengandalkan kampanye iklan gratis, tidak ada yang bisa menjamin kemenangan.

Surya tetap berhitung tentang kekuatan Golkar. Sebab partai yang dipimpin Aburizal Bakrie - pengusaha kaya ini, juga memiki TVOne, media yang dikenal sangat cerdik mengemas berita politik.
Surya juga berhitung tentang kekuatan Golkar tempat dimana dia menghabiskan waktu selama emat dekade. Jaringan Golkar yang sudah terbentuk sampai ke tingkat pedesaan, sebuah kekuatan yang sangat dipahami oleh Surya Paloh. Sementara, kalkulasi serupa belum tentu dimiliki oleh pengurus lainnya, termasuk yang berlabel pakar!

Unsur lain yang dihitung Surya Paloh, kekuatan Partai Demokrat. Surya percaya, partai ini memiliki amunisi yang besar untuk segala kebutuhan. Tentu Surya juga berhitung partai-partai lainnya.
Tetapi satu hal yang tidak bisa diingkari, di usianya yang sudah tergolong tua, Surya tidak pernah mendapat peluang untuk mengaktualisasikan visi politik dan wawasan kebangsaannya secara utuh. Gerakannya selalu terganjal karena posisinya bukan penentu sentral.

Sehingga keputusannya merebut jabatan Ketua Umum Partai Nasdem, patut dilihat sebagai refleksi dari latar belakang di atas. Bukan sekali dua kali dia dijegal. manakala ia ingin menjadi seorang tokoh. Dan yang dia rasakan penjegalan itu terjadi karena visi dan wawasan kebangsaannya, dianggap berbahaya bagi eksistensi para elit yang berkuasa.

Dari pidato dan pernyataan-pernyataan spontannya, Surya Paloh sebetulnya seorang Soekarnois. Ironisnya selama ia berkiprah, partai yang dijadikannya moda perjuangan, merupakan kekuatan politik non-Soekarnois atau yang melakukan de-Soekarnoisasi. Sehingga visi Surya tidak kompatibel di Golkar.
Di era Orde Baru yang hanya mengizinkan tiga partai untuk eksis: PPP, Golkar dan PDI, Surya Paloh tidak punya pilihan lain, kecuali ke Golkar. Dia tidak bisa memilih PPP, karena ibarat baju, ukurannya tidak sesuai dengan posturnya. PPP sebagai partai Islam, dia anggap sektarian sementara Surya seperti halnya Soekarno merupakan seorang nasionalis-pluralis.

Bahkan ketika PPP dipimpin oleh Ismael Hasan Metareum, putera asal Aceh seperti Surya, ia tetap tidak tertarik bergabung. Sementara PDI oleh Surya dilihat sebagai partai nasionalis yang dibonsai oleh rezim Orde Baru. Di atas kertas, PDI menampung sejumlah Soekarnois. Tapi kebijakan itu hanya sebuah aksesoris demokrasi.
Saat Sidang Umum MPR-RI 1988 digelar di Senayan, Surya menemui Ketua Umum PDI, Soerjadi di Hotel Kartika Chandra, Jl.Gatot Subroto, Jakarta. Di tempat konsinyering seluruh wakil rakyat yang akan memilih Presiden RI, Surya mendorong Soerjadi agar PDI berani mengajukan calon Presiden alternatif. Jangan Soeharto lagi.

Lagi pula ketika itu, Ketua Umum PPP, John Naro SH sudah menyatakan akan mencalonkan diri. Jadi Soerjadi tidak sendirian. Namun PDI ketika itu sebetulnya merupakan "fraksi Golkar" yang disembunyikan.
Ke-golkar-an PDI tercermin dari hadirnya Sekjen, Nico Darjanto. Tokoh Katolik ini disuplai oleh CSIS - lembaga yang nota bene merupakan dapur politik Golkar. Lembaga pengkajian yang didirikan Jenderal Ali Murtopo ini dikenal sebagai "think tank" Orde Baru, rezim yang menumbangkan Soekarno. CSIS sendiri, secara de facto dipimpin Liem Bian Kie dan Liem Bian Koen atau yang lebih dikenal Wanandi Bersaudara.
Lalu Jusuf dan Sofyan Wanandi (Wanandi Brothers) bersama Soerjadi merupakan eksponen 66 yang meruntuhkan kekuasaan Soekarno.

Ketika di awal 1986, Soerjadi dijadikan Ketua Umum PDI oleh Mendagri Supardjo Rustam, Soerjadi sedang menduduki posisi Presiden Direktur PT Aica Aibon. Perusahaan lem perekat yang berkantor di Wisma Nusantara ini, saham mayoritasnya dimiliki keluarga Wanandi tadi.
Surya Paloh baru ngeh belakangan tentang percaturan politik dan bisnis seperti itu, satu hal yang merupakan pengalaman paling berharga. Tumbangnya kekuasaan Golkar bersamaan dengan jatuhnya rezim Orde Baru, merupakan kesempatan baru bagi Surya.
Itulah yang mendorong Surya ikut bersaing dalam konvensi Partai Golkar yang digelar 2004. Tapi di konvensi yang menyaring calon presiden itu, Surya Paloh hanya menduduki tempat keempat di antara lima kandidat.

Ketika SBY akhirnya terpilih sebagai Presiden periode 2004-2009, Surya merapat ke SBY. Surya melihat SBY sebagai sosok yang bisa memperbaiki Indonesia. Tak perduli apapun partainya.
Menjelang Munas Golkar di Bali, Surya mendeklarasikan pencalonanya untuk posisi Ketua Umum DPP Partai Golkar. Surya sebelumnya dikabarkan meminta dukungan dari SBY. Hingga dua atau tiga hari menjelang Munas, nama Surya masih sangat kuat. Terutama karena kabar dukungan SBY tersebut.
Sejarah politik Surya Paloh berubah seketika sewaktu Jusuf Kalla mengumumkan pencalonannya untuk posisi yang sama. Jusuf Kalla yang sudah menduduki posisi Wapres, juga mengklaim bahwa pencalonannya atas restu Presiden SBY.

Bagi Surya pencalonan Jusuf Kalla yang juga direstui SBY, sama dengan "penghianatan" Presiden SBY terhadap dirinya. Surya akhirnya memilih mundur, lalu mendukung Jusuf Kalla. Selama 5 tahun kepemimpinan Jusuf Kalla di Golkar, Surya terus mempersiapkan diri.
Tapi di Munas Golkar Riau, November 2009, Surya dikalahkan oleh Aburizal Bakrie. Yang menyakitkan Surya Paloh, bukan soal kekalahan dari Ical. Tetapi soal keberpihakan Presiden SBY.
Konon SBY menginstruksikan semua jajaran untuk menjadikan Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum. Sehingga bagi Surya, dalam lima tahun dia sudah dua kali "dikhianati" oleh seorang Presiden, seorang pemimpin bangsa.

Menghadapi Pemilu 2014, Surya menjadi orang yang tidak bisa percaya begitu saja kepada setiap sahabat. Wajar kalau Surya maju sebagai orang yang paling menentukan di Partai Nasdem.

(opini Derek Manangka di www.inilah.com)
08.16 | 0 komentar

Kalah Versi Quick Count, Ilham-Aziz Klaim Menang di Real Count

Written By Blogger on Kamis, 24 Januari 2013 | 09.14


Makassar - Berdasarkan quick count lembaga survei, perolehan suara kandidat Cagub dan Cawagub Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahar Mudzakar (IA) kalah dibanding pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang). Namun berdasarkan real count timses, Ilham-Aziz mengklaim perolehan suaranya lebih banyak dibanding pasangan Sayang.

"Hasil penghitungan 'real' dari 24 kabupaten dan kota yang dilakukan tim kami hingga malam ini, dari data 80 persen suara yang masuk di server kami, hasilnya menggembirakan. Ternyata kami melakukan perimbangan dari kandidat lain yang telah lebih awal mengklaim menang berhasil hasil quick count. Bahkan hasilnya kami masih unggul," ujar Ilham dalam konferensi pers bersama calon wakilnya, Aziz Qahar, di sekretariat timses Ilham-Aziz, di Jalan Batu Putih, Makassar, kamis (24/1/2013).

Ilham tidak merinci persentase keunggulannya. Namun ia memastikan kubunya menang di 9 kabupaten dan kota, yakni Makassar, Maros, Pangkep, Bone, Wajo, Luwu, Luwu Utara, Palopo dan Enrekang.

Ilham menambahkan, bersama timnya, ia akan melakukan pendalaman di tiga kabupaten terkait hasil perolehan suaranya, yakni di Kab. Gowa, Tana Toraja dan Toraja Utara. Di kota yang dipimpinnya selama sekitar 9 tahun, Ilham meraih total suara di atas 55 persen dari sekitar 1 juta wajib pilih, dengan tingkat partisipasi pemilih 55 persen.

Quick count Citra Publik Indonesia (CPI) Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Group, Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang mengungguli dua pesaingnya. Pasangan incumbent ini meraih 52,90 persen suara. Sedangkan pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Abdul Aziz Qahhar Mudzakar (IA) mendapatkan 41,51 persen suara dan Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasinringi (Garuda-Na) hanya sebesar 5,58 persen suara. Hasil quick count Jaringan Suara Indonesia (JSI) juga melansir hasil serupa. Pasangan Sayang meraih sebanyak 53,24 persen, IA sebanyak 41,2 persen dan Garuda-Na hanya 5,56 persen.
(detik.com)

Sebuah fenomena menarik terjadi dalam Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan ini. Meskipun dari hasil quick count menunjukkan kekalahan dengan selisih prosentase 10% pasangan ini berani mengklaim bahwa mereka menang di real count. Berdasarkan perhitungan yang sudah dilakukan dalam berbagai pemilu dengan selisih sekitar 10 % hampir dipastikan bahwa perhitungan quick count akan sama dengan hasil perhitungan real count.

Beda halnya jika selisih hasil suara dalam quick count sedikit yaitu kurang dari 5 %, maka hasil quick count tidak bisa dijadikan acuan karena dilakukan berdasarkan sampel, jadi masih ada kemungkinan tidak sesuai dengan hasil sebenarnya. Semua metode perhitungan menggunakan sampel memiliki margin error yaitu nilai toleransi yang disebabkan karena sifatnya hanya sampel atau sebagian kecil dari obyek yang dihitung. Prosentase margin error inipun bergantung pada jenis teknik sampling yang digunakan, jumlah sampel, serta sebaran sampel.

Namun demikian klaim pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Abdul Aziz Qahhar Mudzakar masih bisa terjadi meskipun sangat kecil kemungkinannya. Dan kalau hal itu benar-benar terjadi kemungkinan besar metode/teknik samping yang digunakan dalam quick count  dilakukan tanpa memenuhi kaidah ilmiah atau memang terjadi penyimpangan yang dilakukan oleh pelaku-pelaku quick count.

Jadi tunggu saja perhitungan manual versi KPUD karena bersifat resmi dan final.
09.14 | 0 komentar

43 Pilkada Dipercepat ke 2013

Written By Blogger on Senin, 21 Januari 2013 | 08.00

Dewan Perwakilan Rakyat RI dan pemerintah sepakat mempercepat 43 pemilu kepala daerah yang akan digelar pada 2014 ke tahun 2013. Langkah itu untuk mencegah beban berat bagi para penyelenggara pemilu di 2014. 

"Bayangkan pemilu legislatif DPR, DPRD, DPD itu di 2014, pemilu presiden dan wakil presiden juga di 2014. Mana sanggup KPU dengan beban yang begitu berat, di tambah lagi pilkada," kata Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi seusai rapat bersama Komisi II DPR di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (21/1/2013).
Gamawan menjelaskan, dari 43 pilkada yang bakal digelar di 2014, 28 di antaranya dijadwalkan digelar pada 2013. Angka ini terdiri dari satu pilkada tingkat provinsi, 23 di tingkat kabupaten, dan 4 di tingkat kota. 

Adapun 15 pilkada lainnya, tambah Gamawan, belum terjadwal. Rinciannya, yakni satu pilkada tingkat provinsi, 9 tingkat kabupaten, dan 5 kota. Dengan demikian, perlu dibuat peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) untuk 15 pilkada tersebut.
"Kesimpulannya DPR meminta kepada Presiden untuk menerbitkan peraturan pemerintah pengganti UU melalui Menteri Dalam Negeri. Besok sudah langsung dibuat surat untu k presidennya," kata Gamawan. 

Gamawan menambahkan, 43 pilkada itu akan digelar bersamaan dengan 137 pilkada di 2013 yang terdiri dari 14 di tingkat provinsi, 95 di kabupaten, dan 28 di kota. Meski demikian, bagi pilkada yang mestinya digelar di 2013, masa jabatan kepala daerahnya tetap akan habis di 2014 . "Pemilunya saja dipercepat, pelantikannya tetap 2014," pungkas dia. (kompas.com)
08.00 | 0 komentar

Alasan Mundurnya Hary Tanoesoedibjo dan Prediksi Ke depan


Hary Tanoesoedibjo dan Ahmad Rofiq(foto: detik.com)
Partai Nasdem (Nasional Demokrat) merupakan partai yang fenomenal dan penuh kejutan dalam dunia perpolitikan Indonesia. Kejutan pertama adalah lolosnya Partai Nasdem dalam Verifikasi yang dilakukan oleh KPU sehingga dinyatakan sebagai satu-satunya partai baru yang lolos dan dinyatakan layak untuk berpartisipasi dalam pemilihan umum tahun 2014.

Kejutan kedua adalah mundurnya Ketua Dewan Pakar Partai Nasional Demokrat, Hary Tanoesoedibjo yang diikuti oleh pendukung-pendukungnya yang rata-rata merupakan barisan Pengurus Muda dalam Partai Nasdem. Mundurnya pilar-pilar penting partai Nasdem tersebut tidak lain disebabkan karena perbedaan visi politik antara Surya Paloh dengan Hary Tanoesoedibjo sehingga menimbulkan perpecahan di partai tersebut. 

Masalahnya sederhana, saya melihat Partai NasDem sudah berkembang dengan baik dan mayoritas pengurus NasDem di daerah itu adalah kalangan muda. NasDem sangat bisa diterima kalangan muda, sekitar 70 persen adalah anak muda, dan tentunya saya ingin pertahankan struktur kepengurusan yang berlangsung tanpa ada perubahan karena saya kira yang senior mendorong kaum muda supaya bekerja lebih keras lebih giat.

Namun Surya Paloh sebagai ketua majelis ingin perubahan, beliau ingin langsung terjun sebagai ketua umum, ini bukan berarti konflik saya secara pribadi. Tapi secara organisasi ada perbedaan sehingga pada satu titik saya harus mengambil keputusan. (Hari Tanoe, 21 Januari 2013)

Mundurnya Hary Tanoe pasti akan memberikan dampak yang cukup besar bagi perkembangan Partai Nasdem. Sebagaimana diketahui bersama, Surya Paloh dan Hary Tanoesoedibjo merupakan dua raja media yang sangat berpengaruh di Indonesia. Surya Paloh melalui jaringan Metro TV dan Media Indonesia memang masih bisa membesarkan Partai tersebut, tapi tetap saja kurang efektif karena segmen kedua media tersebut adalah "orang kantoran dan orang pintar", berbeda dengan segmen MNC Group yang lebih beragam.

Sebenarnya kebesaran Partai Nasdem masih dapat dipertahankan apabila kedua tokoh besar tersebut mampu mengendalikan dan menyatukan ego mereka. Kendati tetap akan menyisakan bom waktu, penyatuan kedua tokoh ini minimal untuk jangka waktu pendek (sampai pemilihan umum 2014) akan memberikan dampak kejut bagi parta-partai lain terutama Golkar yang dianggap kakak kandungnya serta Partai Demokrat yang suaranya menurun karena isu korupsi yang melanda.

Dan sebuah keuntungan yang cukup besar bagi partai lain apabila Hary Tanoesoedibjo bersama gerbong-gerbong politiknya bisa bergabung. Dan salah satu Partai yang memiliki kesamaan idiologi maupun visi politik yang paling mendekati dengan kubu Hary Tanoe adalah Partai Gerindra. Tapi tidak menutup kemungkinan jika Beliau bergabung dengan partai yang lain atau mendirikan ormas baru dan pada saat yang tepat mendeklarasikan ormas tersebut menjadi sebuah partai Politik baru layaknya Partai Nasdem yang sudah dibesarkannya.
03.27 | 0 komentar

Aher-Deddy mendapat Suara Terbanya dalam Berbagai Survei

Written By Blogger on Rabu, 16 Januari 2013 | 01.01

Sejumlah lembaga survei menyebutkan pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar sebagai kandidat dengan angka elektabilitas dan popularitas tertinggi. Lembaga survei tersebut antara lain Pusat Kajian dan Kepakaran Statistik (PK2S) Unpad, Lembaga Survei Nasional (LSN) dan Reform Institute (RI).
Menanggapi hal tersebut, Imam Budi yang menjadi ketua Tim Pemenangan Ahmad Heryawan-Dedy Mizwar sangat bersyukur namun tetap berpesan kepada anggotanya untuk tidak terlena karena bisa menjadi bomerang dalam pemenangan pasangan yang mereka usung (inilah.com).

Sebagai incumbent, Ahmad Heryawan yang saat ini masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat memang memiliki kans yang cukup besar untuk mempertahankan jabatannya. Apalagi dengan didukung oleh Wakilnya, Dedy Mizwar yang sudah terkenal sebagai artis dan memiliki track rekor bagus terutama bagi kalangan santri dan alim ulama. 

Karakteristik masyarakat Jawa Barat yang dikenal agamis juga mampu menjadi modal yang cukup signifikant mengingat pasangan tersebut diusung oleh pasangan yang berbasis agama. Dengan modal yang dimiliki tersebut tidaklah mengherankan apabila pasangan Aher-Deddy diprediksikan akan bisa mempertahankan kemenangan mereka pada saat Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur mendatang.
01.01 | 0 komentar

Pengundian Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2014

Written By Blogger on Selasa, 15 Januari 2013 | 22.32



Pada hari senin, 14 Januari 2013 dilaksanakan pengundian nomor urut Partai Politik yang dinyatakan lolos untuk mengikuti tahakan Pemilihan Umum tahun 2014. Pengambilan nomor undian dilakukan oleh Ketua umum masing-masing partai politik atau pengurus yang mewakili dengan disaksikan oleh komisioner KPU yang dipimpin Husni Kamil Manik, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Jimly Asshidiqie, dan pihak Kementerian Dalam Negeri. Adapun hasil pengundian nomor urut parpol tersebut adalah sebagai berikut .

Nomor urut 1: Partai Nasional Demokrat (Partai Nasdem)
Nomor urut 2: Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
Nomor urut 3: Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Nomor urut 4: Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)
Nomor urut 5: Partai Golongan Karya (Partai Golkar)
Nomor urut 6: Partai Gerakan Indonesia Raya (Partai Gerindra)
Nomor urut 7: Partai Demokrat
Nomor urut 8: Partai Amanat Nasional (PAN)
Nomor urut 9: Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
Nomor urut 10: Partai Hati Nurani Rakyat (Partai Hanura)

Nomor urut memang tidak bisa mencerminkan urutan kemenangan partai politik, akan tetapi ada beberapa nomor yang dianggap strategis yaitu nomor yang peletakan di kertas suara berada di tempat yang mudah diingat oleh calon pemilih (pojok kanan atas, kanan bawah, kiri atas dan kiri bawah)
22.32 | 0 komentar

Total Tayangan Halaman