Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Munculkan Poros Baru, Demokrat ciptakan nuansa DKI di Pilkada Jawa Barat

Written By Blogger on Senin, 11 September 2017 | 00.02

Munculkan Poros Baru, 
Demokrat  ciptakan nuansa DKI di Pilkada Jawa Barat



Pilkada Jabar
Sebuah babak baru perebutan kursi Gubernur Jawa barat tahun depan sudah dimulai. Dengan dibidani oleh Partai Demokrat (PD), lahir koalisi baru dengan anggota Partai Demokrat, PAN dan PPP. Setelah melalui loby-loby yang matang, akhirnya ketiga partai tersebut sepakat untuk membentuk poros baru dalam rangka menghadapi Pemilihan Kepala Daerah di Jawa Barat. Tujuan dibentuknya poros baru ini adalah mencari alternatif figur baru yang akan diusung di Pilgub Jabar, dimana saat ini sudah ada 2 nama yang mengerucut yaitu Dedy Mizwar dan Ridwan Kamil.
Demi mengingat pentingnya peta politik di Jawa Barat, maka  ketiga parpol tersebut juga menginginkan untuk melakukan koalisi di pilkada tahun 2018 yang akan dilaksanakan di 16 kabupaten dan kota di Jabar. Kesepakatan tersebut muncul setelah dilakukan tiga kali pertemuan, meskipun belum dideklarasikan lantaran muncul klausul baru yang belum masuk draf nota kesepahaman.

Sebagaimana dirilis dari detik.com, koalisi baru ini berencana untuk memunculkan tokoh alternatif yang akan mereka jagokan untuk dijagokan sebagai orang nomor satu di Jawa Barat.  Sejumlah nama sudah mulai digaung-gaungkan oleh koalisi 3 partai tersebut, termasuk Dedi Mulyadi yang sebelumnya sudah banyak disebut oleh Partai Golkar.  

Dengan adanya pembentukan poros baru tersebut, maka mematahkan anggapan- anggapan terdahulu dimana sebelumnya PAN sudah menyatakan siap mendukung Ridwan Kamil bersama Nasdem dan PKB meskipun disinyalir Partai yang dibesarkan oleh Amien Rais tersebut juga memberikan sinyal ke Dedy Miswar yang sebelumnya sudah mulai diusung oleh koalisi Gerindra-PKS. Sebenarnya pembentukan koalisi ini juga ditawarkan ke PKB, tapi mereka tetap conding untuk mencalonkan Ridwan Kamil.
Poros baru Demokrat-PAN-PPP di Pilkada Jabar. (Mukhlis Dinillah/detikcom)
Dengan mundurnya PAN dan PPP, Ridwan Kamil pun terancam tak bisa mendapat tiket untuk maju dalam Pilgub Jabar. Sebab, kursi PKB dan NasDem di DPRD Jabar tak cukup untuk bisa mengusung calon. Adapun Sedangkan Hanura sudah memberi sinyal bergabung dengan poros PDIP-Golkar dan Gerindra-PKS sudah tak tergoyahkan. Meski begitu, dinamika masih mungkin saja berubah sampai pendaftaran resmi ke KPU nanti.

Kalau dicermati, dinamika yang terjadi di dalam Pilkada Jawa barat 2018 ini mirip dengan yang terjadi di DKI jakarta. Dimana saat itu sudah ada dua poros besar yaitu Anies Baswedan-Sandiaga Uni  yang diusung oleh Gerindra dan PKS  serta  Basuki Tjahaja Purnama (ahok)-  Djarot Saifu Hidayat yang diusunng oleh PDIP , Golkar, Nasdem dan partai-partai lainnya. Dan didetik-detik terakhir, drama muncul dengan adanya koalisi dari Demokrat, PAN, PPP dan PKB yang memunculkan nama baru Agus Harimurti Yudhoyono-  ylviana Murni.

.

00.02 | 0 komentar

Diusung 5 Parpol, Haryadi Suyuti-Heroe Poerwadi daftar ke KPU Kota Yogyakarta

Written By Blogger on Jumat, 23 September 2016 | 23.25


Diusung 5 Parpol, 
Haryadi Suyuti-Heroe Poerwadi daftar ke KPU Kota Yogyakarta




 Haryadi Suyuti-Heroe Poerwadi daftar ke KPU (Foto: Merdeka.com)

Sebagaimana direncanakan sejak mendapatkan rekomendasi dari partai politik pengusung, pasangan Haryadi Suyuti dan Heroe Poerwadi akhirnya resmi mendaftar sebagai pasangan calon wali kota dan wakil wali kota dalam Pilkada Kota Yogyakarta 2017 ke KPU setempat, Jumat (23/9). Haryadi Suyuti yang saat ini berposisi sebagai petahana karena menjabat sebagai Walikota Yogyakarta menggandeng Heroe Poerwadi yang merupakan Ketua DPD PAN Kota Yogyakarta. 

Setelah melaksanakan sholat jumat bersama pengurus partai pendukungnya di Masjid Syuhada Kotabaru,  pasangan Haryadi Suyuti - Heroe Poerwadi yang mengenakan baju koko berwarna kuning dengan garis biru berjalan kaki menuju KPU Kota Yogyakarta untuk mendaftarkan diri. Bertindak sebagai juru bicara, Arif nur hartanto menggunakan basa jawa dan bahasa indonesia untuk menyampaikan maksud kedatangan kedua calon serta menyerahkan berkas untuk maju bersaing pada pilkada 2017 mendatang. 

Berbeda dengan paslon yang mendaftar ke KPU di hari pertama, Haryadi-Heroe hanya diantar puluhan orang yang merupakan pengurus struktural partai pengusung. Seperti diketahui, Haryadi-Heroe diusung oleh Partai Golkar, PAN, PKS, Partai Gerindra, dan Partai Demokrat

Untuk mewujudkan keinginannya meraih kembali kursi Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mengusung konsep Yogyakarta Berkemajuan sendiri yakni membuat Yogyakarta lebih religius, serta membuat kondisi kota yang aman, tertib, dan bersih

" Hari ini saya bersama Pak Heroe mengikuti proses pendaftaran. Kami sudah sepakat mengusung konsep pembangunan Yogyakarta berkemajuan. Konsep pembangunan itu diniatkan untuk memperbaiki semua aspek kehidupan dan keumatan yang baik di Yogyakarta," katanya di kantor KPU Kota Yogyakarta, Jumat (23/9) sebagaimana dirilis dari tribunjogja.com.

Ketua KPU Kota Yogyakarta, Wawan Budianto menuturkan pihaknya telah menerima berkas-berkas milik pasangan Haryadi dan Heroe. Berdasarkan formulir B3, partai pengusung dan pendukung untuk kedua bakal calon tersebut terdiri dari Partai Golkar dengan jumlah suara di DPRD lima kursi, PAN lima kursi, PKS empat kursi, Demokrat satu kursi, dan Gerindra lima kursi

Dalam kesempatan itu, Ketua KPU Kota Yogyakarta yang pada saat itu mengenakan baju adat lengkap Jogjakarta menjelaskan bahwa penutupan pendaftaran calon wali kota dan calon pasangan walikota pada hari ini, Jumat  (23/9) sampai pukul 24.00 WIB. Adapun pengumuman keabsahan berkas dari pasangan calon akan diumumkan pada 30 September-1 Oktober 2016 mendatang setelah dilakukan verifikasi.
23.25 | 0 komentar
Jurnal Pemilu. Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman