Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Partai Damai Sejahtera Bergabung dengan PAN

Written By Blogger on Senin, 11 Februari 2013 | 22.23


Partai Damai Sejahtera akan menjalin koalisi dengan Partai Amanat Nasional pada Pemilu 2014. Penyatuan dua partai ini bertujuan untuk merawat konstituen dan menyalurkan aspirasi politiknya.

"PAN menghargai pluralitas dan kemanusiaan," kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu PAN, Viva Yoga Mauladi, melalui pesan pendek, Selasa, 12 Februari 2013. Menurut Viva, PAN tidak membedakan agama, suku, etnis, budaya, dan jenis kelamin. "Jadi masuknya PDS sesuai dengan platform PAN," kata dia.

Viva menjelaskan, penyatuan ini bertujuan untuk menyatukan kekuatan politik. Menurut dia, partai-partai ini memiliki kesamaan perjuangan, yaitu untuk membangun Indonesia baru. "Kami ingin menambah perolehan suara di PAN nanti," kata Viva.

Sebelum menerima PDS, Partai Bintang Reformasi juga telah menggabungkan diri dengan PAN secara struktural. Penggabungan ini dilakukan mulai tingkat pusat hingga daerah. Selain dua partai ini, partai yang kemungkinan besar akan bergabung ke PAN adalan Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK) dan Partai Matahari Bangsa (PMB). (sumber: tempo.co)

Sebuah langkah strategis diambil oleh pimpinan Partai Amanat Nasional dan Partai Damai Sejahtera. Sebagai partai menengah yang menginginkan suara maksimal agar bisa mencalonkan Ketua Umumnya (Hatta Rajasa) sebagai Presiden RI, gebrakan yang dilakukan PAN melai terasa. Keinginan merubah image dari partai warga Muhammadiyah menjadi partai yang benar-benar nasionalis dilakukan dengan berbagai pendekatan terutama kepada umat beragama lain. Kegiatan natal bersama yang dilakukan di Papua serta imlek bersama merupakan langkah awal yang akan terus dilakukan.

Dan dengan bergabungnya Partai Damai Sejahtera yang dinyatakan tidak lolos sebagai partai peserta pemilu 2014 maka kenasionalisme-an Partai Amanat Nasional akan lebih diakui oleh berbagai kalangan. Meskipun ada kemungkian juga banyak kader loyal PAN yang akan hengkang terutama kader yang latarbelakang agamanya kuat.
22.23 | 2 komentar

8 solusi SBY selamatkan Partai Demokrat

Written By Blogger on Sabtu, 09 Februari 2013 | 23.45

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan 8 solusi untuk mengatasi masalah yang sedang dialami Partai Demokrat. Dalam jumpa pers di kediamannya, Jumat (8/2) malam, SBY mengatakan memimpin langsung upaya penyelamatan partai.


Berikut pidato lengkap SBY:
Saya akan menyampaikan opsi dan solusi yang akan ditempuh dan dijalankan PD untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh PD. Tekad kami adalah ingin melakukan tindakan yang cepat dan nyata bagi penyelamatan partai yang itu dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:
1. Ketua Majelis Tinggi bertugas berwenang dan bertanggungjawab untuk memimpin penyelamatan dan konsolidasi partai.

2. Segala keputusan kebijakan dan tindakan partai ditentukan dan dijalankan oleh Majelis Tinggi Partai. Ketua Majelis tinggi partai mengambil keputusan dan arahan penting yang strategis.

3. Elemen-elemen utama partai, utamanya fraksi DPR beserta dewan pimpinan daerah dan DPC berada dalam kendali dan bertanggungjawab kepada partai kepada Majelis Tinggi sesuai hirarki partai.

4. Majelis Tinggi Partai melakukan penataan organisasi partai untuk meningkatkan kredibilitas partai.

5. Keputusan Majelis Tinggi partai mutlak dijalankan. Dan yang tidak menjalankan akan diberikan sanksi tegas. Termasuk yang tidak nyaman dengan kondisi elektabilitas PD sekarang ini dan atau yang tidak suka dengan kebijakan penyelamatan partai yang dipimpin ketua MT partai kita silakan meninggalkan partai dan kita ucapkan terimakasih dan kita isi dengan pejabat partai yang baru.

6. Penertiban partai yang dilakukan Majelis Tinggi berakhir setelah nama baik dan kondisi partai kembali pulih dan normal.

7. Kepada Ketua Umum Partai Demokrat saudara Anas Urbaningrum yang tetap menjabat wakil Majelis Tinggi sementara saya memimpin langsung gerakan penataan pembersihan dan penataan partai ini, saya berikan kesempatan untuk untuk menghadapi masalah hukum dengan harapan keadilan benar-benar tegak dan tim hukum siap untuk memberikan bantuan hukum.

8. Dengan ridho Allah SWT, Partai Demokrat melakukan penataan dan pembersihan partai dari unsur-unsur negatif dulu, baru melakukan ikhtiar untuk pembersihan pada pemilu 2014 mendatang.

(Sumber:  Merdeka.com )
23.45 | 0 komentar

"Perang Terbuka" Anas vs SBY, Siapa Menang?

Written By Blogger on Kamis, 07 Februari 2013 | 21.04


Ketua Umum PD Anas Urbaningrum terkesan unjuk kekuatan saat menghadirkan sejumlah DPD dan DPC di rumahnya, di tengah rapat Wanbin PD di Cikeas. Genderang perang terbuka telah ditabuh, siapa menang?

Kedua pertemuan tersebut digelar Kamis (7/2) malam tadi. Saat SBY menggelar rapat penyelamatan PD, loyalis Anas menunjukkan diri sedang merapatkan barisan.

"Di Cikeas Syarief H, Roy Suryo dan lain-lain yang minta Anas mundur. Di Duren Sawit ada Irfan Gani dan kawan-kawan yang notabene selalu bela Anas," kata pengamat politik Indo Barometer, M Qodari, kepada detikcom, Jumat (8/2/2012).

Terlihat jelas pergerakan para sesepuh PD yang merapat ke Ketua Wanbin PD SBY menuai perlawanan dari loyalis Anas. Beberapa waktu lalu saja, Irfan Gani cs menegaskan tak ada alasan menggulingkan Anas.

"Ini namanya adu kuat arus atas vs arus bawah, para pimpinan seperti Wanbin dan menteri. Sementara Arus bawah adalah para pengurus DPD dan DPC," analisis Qodari. (detiknews.com)


Persaingan antara kaum Tua dan Muda rupanya melai merembet ke Partai Demokrat. Meskipun perang dingin sudah dimulai semenjak Anas Urbaningrum terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat, tetapi saat ini sudah melau menjalar ke arah pertarungan tidak langsung. Masing-masing kubu sebenarnya sudah saling menunggu pihak lawan untuk menabuh genderang perang.

Kalau dilihat dan dicermati, pertarungan antara tokoh Tua yang di pimpin SBY dan tokoh muda yang dipimpin AU merupakan pertarungan yang menarik. Keduanya memiliki pengalaman yang cukup banyak meskipun berbeda latar belakang.

Kita lihat saja apakah SBY yang berlatarbelakang militer mampu memenangi perang politik melawan AU yang berlatarbelakang organisasi.
21.04 | 0 komentar

Total Tayangan Laman