Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Tampilkan postingan dengan label Pemilu Legislatif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemilu Legislatif. Tampilkan semua postingan

PDIP Angkat Bicara Soal Koalisi Demokrat

Written By GOJEK #GolekRejeki on Selasa, 04 Februari 2014 | 01.06

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PDI Perjuangan angkat bicara mengenai koalisi yang diangkat Partai Demokrat. Menurut Wakil Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto apa yang disampaikan Partai Demokrat menunjukkan ketertiban politik yang dilakukan partainya.

"Kepemimpinan di internal partai yang taat sepenuhnya padi instruksi Ketua Umum DPP Partai," kata Hasto ketika dikonfirmasi, Selasa (4/2/2014).

Ia mengatakan satunya kata dan perbuatan, yang menjadi tradisi di PDI Perjuangan membuat partai poliyik lain merasa aman berkoalisi. "Sebab sekali PDI Perjuangan bersikap, akan konsisten memegang teguh komitmen politiknya," ujar Hasto.

Namun, Hasto mengingatkan untuk koalisi dengan partai politik lain akan ditempatkan dalam koridor memperkuat sistem presidensial dan untuk bergotong royong secara nasional guna menyelesaikan berbagai persoalan bangsa dan negara yang tidak ringan.

"Atas dasar tersebut, maka pijakan kerjasama dengan Partai lain akan secara intensif dilakukan setelah pemilu legislatif. Saat ini kerjasama dilakukan untuk bersama-sama mengawal agar pemilu bisa berjalan secara jurdil dan lebih demokratis," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Partai Demokrat mulai mengangkat kabar koalisi dengan partai lain di Pemilu 2014. Demokrat lebih memilih PDI Perjuangan untuk berkoalisi.

"Malah lebih enak, PDIP jelas, A kata Ibu Mega, A ke bawah. Daripada PKS enggak jelas, kayak Fahri sampai sekarang ngantemin saja," kata Wakil Sekjen Demokrat Ramadhan Pohan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (3/2/2014).

Pohan kemudian menjelaskan kedekatannya dengan PDI Perjuangan. Ia mencontohkan Demokrat dan PDI Perjuangan merupakan partai nasionali dan pernah bersama-sama di pemerintahan.

"Pak SBY kan Menkopolhukam dan ketika pak SBY keluar kabinet Gus Dur," tuturnya.

Wakil Ketua Komisi I DPR itu mengatakan pascapemilu legislatif akan terjadi komunikasi politik yang intensif. "Itu bukan sekedar basa-basi tapi sudah real, siapa yang bersama siapa yang tidak," kata Pohan.

Pohan juga mengaku bahwa sejak pemilu 2009, pihaknya melihat lebih mudah bekerjasama dengan PDIP. Sebab, PDIP memiliki ketegasan.

"Jadi A dibibir A dihati keluar antara in dan outnya sama. Kalau sekarang kan enggak PKS bilang akal-akalan," katanya.


01.06 | 5 komentar

Yusril Ceramahi Hakim MK di Persidangan

Written By GOJEK #GolekRejeki on Senin, 03 Februari 2014 | 02.42

JAKARTA - Pakar hukum tata negara Yusril Izha Mahendra mengkritisi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menunda pelaksanaan pemilu serentak.

Kritik tersebut disampaikan Yusril langsung di hadapan majelis hakim MK dalam sidang uji materi UU Pilpres yang diajukannya.

Ia menegaskan, MK telah bersikap tidak adil dalam keputusan tersebut. Pasalnya, mahkamah secara sepihak mengambil kesimpulan bahwa KPU tidak mampu menyelenggarakan pemilu serentak tahun ini

"Padahal Mahkamah bukanlah KPU, bagaimana MK mengatakan KPU belum siap?" kata Yusril dalam persidangan di gedung MK, Jakarta, Senin (3/2).

Menurut Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang ini, MK seharusnya menanyakan langsung kesiapan KPU sebelum membuat keputusan. Apalagi, sambungnya, dalam beberapa kesempatan KPU sudah menyatakan siap untuk melaksanakan apapun yang diputuskan oleh MK.

Selain itu Yusril juga menganggap putusan MK tersebut menyimpang dari ketentuan. Pasalnya, tidak langsung berlaku setelah diucapkan.

"Pemohon termasuk perancang UU MK dan memahami teks UUD 45, kami menyatakan putusan itu tidak lazim," ujarnya.

Keberatan Yusril ini tidak ditanggapi oleh panel hakim dalam persidangan. Namun mahkamah akan membahasnya pada rapat pleno hakim.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu MK telah memutus perkara uji materi UU Pilpres yang diajukan oleh Effendi Ghazali. Dalam putusannya, MK menyatakan bahwa pemilu presiden dan legislatif harus dilakukan secara serentak. Namun, MK memutuskan bahwa pemilu serentak baru akan digelar tahun 2019.

Sementara, Yusril juga mengajukan uji materi untuk undang-undang yang sama. Namun, karena pasal UUD 45 yang digunakan berbeda dengan Effendi, MK tetap menyidang permohonan Yusril. (dil/jpnn)
02.42 | 0 komentar

Demokrat: Tunggu Dua Bulan Lagi, Ada 'Big Bang'

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengakui partainya sedang mengalami banyak goncangan. Di berbagai survei lembaga riset, posisi Partai Demokrat kerap berada di bawah partai besar lainnya.

Meski demikian, Ramadhan menyatakan bahwa partainya sedang menyiapkan sesuatu yang besar. "Tunggu dua bulan lagi, akan ada 'big bang' dari partai Demokrat," katanya di gedung DPR RI, Jakarta, Senin 3 Februari 2014.

Dia tidak bersedia mengungkapkan apa yang disebutnya sebagai 'big bang' atau letusan besar itu. Namun, Ramadhan memberi petunjuk bahwa hal tersebut terkait dengan hasil konvensi calon presiden Partai Demokrat yang tengah berproses.

Dikerdilkan hasil survei
Legislator ini juga merasa partai Demokrat dikerdilkan oleh sejumlah hasil lembaga survei. Baginya lembaga survei mengabaikan kerja lapangan para kader partai dari tingkat bawah hingga pusat.

"Emang semua tidur? Enggak. Motivasi surveinya enggak jelas. Lembaga survei hanya kerja berdasarkan pesanan. Tega sekali mereka, kami dianggap enggak kerja," katanya.

Ramadhan juga mengaku kesal karena salah satu lembaga survei menyebut Demokrat akan tenggelam dalam pemilihan legislatif dan presiden mendatang.

"Enak saja. Kami enggak akan tenggelam. Saya sudah keliling ke-400 desa lebih di Sumatera. Belum di Jawa, Kalimantan, dan Papua. Kami masih solid," ujarnya.

Partai yang di pimpin SBY ini terus melakukan konsolidasi ke bawah untuk memperkuat jaringan.

Penguatan ini dilakukan dengan mangacu pada hasil survei internal partai Demokrat. "Saya percaya Demokrat tetap kuat, meski tidak sekuat dulu," kata dia. (eh/VIVAnews)
01.26 | 0 komentar

Pasukan Siluman Bakal Ramaikan Pemilu 2014

Written By GOJEK #GolekRejeki on Senin, 28 Oktober 2013 | 22.37

JAKARTA, RIMANEWS - Gerakan mencari perhatian kandidat calon presiden dan partai politik sudah memasuki persaingan keras lewat media online, khususnya media sosial. Pencitraan yang massif di ranah maya itu kian keras dan akan semakin ramai jelang pemilu 2014.

Hal itu dikemukakan CEO Katapedia Deddy Rahman dalam jumpa pers 'Survei Popularitas, Citra, dan Elektabilitas Partai dan Calon Presiden' di Restaurant Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (28/10). Deddy mencontohkan, bagaimana serangan tim kandidat atau partai melalui perang komentar dengan akun yang berbeda dalam pemberitaan di portal berita atau sosial med a.

"Itu sangat mungkin terjadi. Bahkan sistem saling balas komentar itu tidak hanya dijalankan manusia, tapi sudah ada robot yang diprogram jika ada konten-konten yang dianggap negatif dan itu bisa digandakan," kata Deddy.
Lebih lanjut Deddy menuturkan, dalam Pilkada DKI Jakarta lalu hampir semua kandidat menggunakan sistem 'tim komentar siluman' dalam menyerang musuh-musuhnya di sosial media atau dalam portal berita.
"Bahkan sistem penjawab otomatisnya bisa disetting dengan memprogram konten-konten yang dianggap negatif pada kandidatnya. Dulu saya menemukan saat Pilkada DKI Jakarta. Mesinnya itu memprogram kata-kata yang terkait Jakarta. Contohnya, ada orang komentar di portal berita atau di sosial media tentang kandidatnya yang negatif, mesin yang disetting itu membalas komentar itu dengan jawaban 'payah loe'. Tapi kemudian saya menemukan ada komentar yang bilang 'ayo ke Jakarta' dibalas juga dengan kata yang sama 'payah loe'. Itu janggal dan sudah ketahuan itu robot," ujar Deddy lebih lanjut.

Menurut Deddy perang komentar itu akan semakin seru dalam Pemilu 2014 nanti. Mulai dari perang komentar sang kandidat hingga partai. Meski begitu, menurut Deddy hal itu bukan masalah asal calon kandidat memiliki elektabilitas yang benar-benar nyata di lapangan.
"Sebenarya itu berpengaruh kalau kandidat memiliki elektabilitas real yang tinggi di lapangan atau dunia nyata. Propaganda dan pembentukan citra di dunia online digunakan untuk meningkatkan nama kandidat di media online," kata Deddy.

Selain menggunakan akun palsu dan robot, menurut Deddy, juga membayar beberapa orang untuk men-share berita-berita terkait kandidat. Dalam penjelasan Deddy, orang itu ditugasnya untuk menaikkan rating kandidat melalui share berita.
Deddy menyayangkan, media online banyak yang tidak mengecek parameter survei atau konfirmasi keaslian akun dalam rilis survei yang basisnya media sosial. Padahal itu akibatnya, bisa menggenjot elektabilitas tokoh atas cara-cara itu.

"Tolong media online lebih teliti lagi dalam pemeringkatan elektabilitas partai atau kandidat yang basisnya dari sosial media. Cek dengan teliti, apakah itu robot atau semua peserta survei onliennye. Jangan kemudian setelah melihat itu sebagai tren, kemudian langsung membuat kesimpulan dalam pemberitaan akan elektabilitas kandidat atau partai," kata Deddy.[Juf/Mrdk]

Sumber: http://www.rimanews.com/read/20131029/124019/pasukan-siluman-bagi-bagi-amplop-bakal-ramaikan-pemilu-2014
22.37 | 0 komentar

Golkar: Pertemuan Ical dan Surya Paloh Jadi Modal Koalisi

Written By GOJEK #GolekRejeki on Kamis, 11 Juli 2013 | 03.32

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Nurul Arifin memiliki pendapat lain tentang pertemuan antara Ketua Umum Partai Golkar Aburizal "Ical" Barkrie dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dalam acara buka puasa bersama di kantor DPP Partai Nasdem, Rabu (10/7/2013). Menurut Nurul, pertemuan itu adalah modal koalisi bagi Partai Golkar dalam Pemilu 2014 mendatang.

"Kemarin kan rekonsiliasi, kalau secara politik, pastinya akan ada lobi ke sana, Nasdem pun diprediksi lolos PT (parliamentary threshold). Jadi, modal koalisi ke depan," ujar Nurul di Kompleks Parlemen, Kamis (11/7/2013).

Nurul melihat dengan datangnya Ical ke acara buka puasa bersama yang diadakan Surya Paloh menandakan hubungan kedua politisi ini mencair. Pasalnya, pada tahun 2009 silam, hubungan Ical dan Surya Paloh sempat renggang. Surya Paloh akhirnya memilih hengkang dari Partai Golkar dan mendirikan organisasi massa Nasdem yang menjadi cikal bakal pendirian Partai Nasdem.

"Petanya kelihatan memang, mulai ketahuan, keluarga besar kuning berkoalisi, sekarang kan sudah ada magnetnya. Saya bersyukur, SP dan ARB (Ical) hubungannya sudah sudah cair. Semoga ini bukan cuma pertemuan buka puasa saja, bisa berharap dalam koalisi," tuturnya.

Ical sambangi Surya Paloh

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal "Ical" Bakrie menyempatkan diri hadir dalam acara buka bersama di DPP Partai Nasdem pada Rabu (10/7/2013). Surya Paloh menyatakan, pihaknya terbuka untuk berkoalisi dengan Partai Golkar pada Pemilu 2014. Hal senada dikatakan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie saat menghadiri acara buka puasa bersama di Kantor DPP Partai Nasdem, Rabu (10/7/2013).

"Kita bersahabat. Kenapa tidak harus saling membantu? Kalau Ical minta bantuan, saya akan siap membantu. Kalau tidak sanggup, ya, gimana. Bukan tidak mungkin komunikasi politik dengan saling menghargai," kata Surya.

Ical pun menjawab bahwa kemungkinan untuk berkoalisi dengan Nasdem selalu ada.

"Jadi, bisa saja ada silaturahim politik. Untuk berkoalisi, bisa saja. Kenapa tidak?" kata Ical.

Surya mengaku telah lama menjalin persahabatan dengan Ical. Keduanya juga membantah bahwa pertemuan ini merupakan yang pertama setelah Surya meninggalkan Golkar dan mendirikan Nasdem.

"Padahal, esensi kehidupan, bukan musuhan. Ada baiknya silaturahim politik. Kita berbeda pandangan, kita tetap berkawan," kata Ical.

(www.kompas.com)
03.32 | 0 komentar

Kelebihan 130 Caleg DPR, PKB Lakukan Seleksi Ketat

Written By GOJEK #GolekRejeki on Senin, 25 Maret 2013 | 02.57

Proses pendaftaran calon anggota legislatif (caleg) untuk Pemilu 2014 masih terus berlangsung di beberapa partai. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah menutup pendaftaran dan menerima 690 caleg untuk DPR RI.

"Pencalegan saat ini kelebihan 130 orang, karenanya lagi kita lakukan seleksi betul," kata ketua fraksi PKB, Marwan Ja'far saat berbincang, Senin (25/3/2013).

Menurutnya, selain melakukan sejumlah rangkaian seleksi bagi seluruh caleg, PKB juga tengah menggelar simulasi perolehan suara di tiap Daerah Pemilihan (Dapil).

"Daftar Caleg Sementara (DCS) nanti akan kami serahkan sesuai dengan jadwal KPU antara 9 sampai 22 April, kalau ini kan hanya teknis saja nanti," ungkapnya.

Ia juga menuturkan, dari sekian banyak caleg itu, PKB memastikan telah memenuhi syarat minimal quote perempuan sebanyak 30 persen.

"Kuota perempuan sudah terpenuhi, di daerah juga sama. Karena kalau tidak memenuhi kan tidak boleh mencalonkan di satu Dapil," ucap Marwan.
Sumber: detiknews
02.57 | 0 komentar

KPU Loloskan PKPI Jadi Peserta Pemilu 2014, Kantungi Nomor 15

Komisi Pemilihan Umum melaksanakan putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) terkait Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) pimpinan Sutiyoso. KPU akhirnya meloloskan PKPI menjadi salah satu peserta pemilu 2014 mendatang.

“Rapat pleno KPU tanggal 25 Maret 2013 menyatakan bahwa PKP Indonesia disertakan sebagai peserta pemilu tahun 2014,” kata Ketua KPU Husni Kamil Malik dalam konfrensi pers di kantor KPU, Jakarta, Senin 25 Maret 2013.

Keputusan KPU sontak disambut sorakan gembira puluhan pendukung PKPI yang memadati ruangan konferensi pers KPU. Husni lantas meminta mereka untuk tetap tenang. “Mohon sabar Bapak dan Ibu,” ujarnya kepada para simpatisan PKPI itu.

KPU selanjutnya memberikan nomor urut untuk PKPI. KPU juga menerbitkan surat keputusan baru bernomor 166/KPTS/KPU/2013 untuk PKPI. “SK ini menetapkan PKP Indonesia mendapatkan nomor urut 15,” kata Husni.

Sebelum membacakan keputusan lolosnya PKPI, Husni kembali membacakan putusan-putusan PTTUN yang memenangkan PKPI atas KPU. Dia menuturkan, rapat pleno soal PKPI digelar sejak pukul 10.00 WIB terkait dengan putusan PTTUN No 25/G/2013/PTTUN.JKT yang memenangkan gugatan PKPI atas KPU.

“Sebagaimana ketentuan UU Nomor 8 2012 Pasal 269 ayat 11, dinyatakan bahwa KPU wajib menindaklanjuti putusan PTTUN atau MA paling lama 7 hari kerja. Sejak putusan PTTUN, maka hari ini merupakan hari ketiga,” kata Husni.
Sumber: vivanews

01.32 | 0 komentar

Alasan Mundurnya Hary Tanoesoedibjo dan Prediksi Ke depan

Written By GOJEK #GolekRejeki on Senin, 21 Januari 2013 | 03.27


Hary Tanoesoedibjo dan Ahmad Rofiq(foto: detik.com)
Partai Nasdem (Nasional Demokrat) merupakan partai yang fenomenal dan penuh kejutan dalam dunia perpolitikan Indonesia. Kejutan pertama adalah lolosnya Partai Nasdem dalam Verifikasi yang dilakukan oleh KPU sehingga dinyatakan sebagai satu-satunya partai baru yang lolos dan dinyatakan layak untuk berpartisipasi dalam pemilihan umum tahun 2014.

Kejutan kedua adalah mundurnya Ketua Dewan Pakar Partai Nasional Demokrat, Hary Tanoesoedibjo yang diikuti oleh pendukung-pendukungnya yang rata-rata merupakan barisan Pengurus Muda dalam Partai Nasdem. Mundurnya pilar-pilar penting partai Nasdem tersebut tidak lain disebabkan karena perbedaan visi politik antara Surya Paloh dengan Hary Tanoesoedibjo sehingga menimbulkan perpecahan di partai tersebut. 

Masalahnya sederhana, saya melihat Partai NasDem sudah berkembang dengan baik dan mayoritas pengurus NasDem di daerah itu adalah kalangan muda. NasDem sangat bisa diterima kalangan muda, sekitar 70 persen adalah anak muda, dan tentunya saya ingin pertahankan struktur kepengurusan yang berlangsung tanpa ada perubahan karena saya kira yang senior mendorong kaum muda supaya bekerja lebih keras lebih giat.

Namun Surya Paloh sebagai ketua majelis ingin perubahan, beliau ingin langsung terjun sebagai ketua umum, ini bukan berarti konflik saya secara pribadi. Tapi secara organisasi ada perbedaan sehingga pada satu titik saya harus mengambil keputusan. (Hari Tanoe, 21 Januari 2013)

Mundurnya Hary Tanoe pasti akan memberikan dampak yang cukup besar bagi perkembangan Partai Nasdem. Sebagaimana diketahui bersama, Surya Paloh dan Hary Tanoesoedibjo merupakan dua raja media yang sangat berpengaruh di Indonesia. Surya Paloh melalui jaringan Metro TV dan Media Indonesia memang masih bisa membesarkan Partai tersebut, tapi tetap saja kurang efektif karena segmen kedua media tersebut adalah "orang kantoran dan orang pintar", berbeda dengan segmen MNC Group yang lebih beragam.

Sebenarnya kebesaran Partai Nasdem masih dapat dipertahankan apabila kedua tokoh besar tersebut mampu mengendalikan dan menyatukan ego mereka. Kendati tetap akan menyisakan bom waktu, penyatuan kedua tokoh ini minimal untuk jangka waktu pendek (sampai pemilihan umum 2014) akan memberikan dampak kejut bagi parta-partai lain terutama Golkar yang dianggap kakak kandungnya serta Partai Demokrat yang suaranya menurun karena isu korupsi yang melanda.

Dan sebuah keuntungan yang cukup besar bagi partai lain apabila Hary Tanoesoedibjo bersama gerbong-gerbong politiknya bisa bergabung. Dan salah satu Partai yang memiliki kesamaan idiologi maupun visi politik yang paling mendekati dengan kubu Hary Tanoe adalah Partai Gerindra. Tapi tidak menutup kemungkinan jika Beliau bergabung dengan partai yang lain atau mendirikan ormas baru dan pada saat yang tepat mendeklarasikan ormas tersebut menjadi sebuah partai Politik baru layaknya Partai Nasdem yang sudah dibesarkannya.
03.27 | 0 komentar

Pengundian Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2014

Written By GOJEK #GolekRejeki on Selasa, 15 Januari 2013 | 22.32



Pada hari senin, 14 Januari 2013 dilaksanakan pengundian nomor urut Partai Politik yang dinyatakan lolos untuk mengikuti tahakan Pemilihan Umum tahun 2014. Pengambilan nomor undian dilakukan oleh Ketua umum masing-masing partai politik atau pengurus yang mewakili dengan disaksikan oleh komisioner KPU yang dipimpin Husni Kamil Manik, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Jimly Asshidiqie, dan pihak Kementerian Dalam Negeri. Adapun hasil pengundian nomor urut parpol tersebut adalah sebagai berikut .

Nomor urut 1: Partai Nasional Demokrat (Partai Nasdem)
Nomor urut 2: Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
Nomor urut 3: Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Nomor urut 4: Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)
Nomor urut 5: Partai Golongan Karya (Partai Golkar)
Nomor urut 6: Partai Gerakan Indonesia Raya (Partai Gerindra)
Nomor urut 7: Partai Demokrat
Nomor urut 8: Partai Amanat Nasional (PAN)
Nomor urut 9: Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
Nomor urut 10: Partai Hati Nurani Rakyat (Partai Hanura)

Nomor urut memang tidak bisa mencerminkan urutan kemenangan partai politik, akan tetapi ada beberapa nomor yang dianggap strategis yaitu nomor yang peletakan di kertas suara berada di tempat yang mudah diingat oleh calon pemilih (pojok kanan atas, kanan bawah, kiri atas dan kiri bawah)
22.32 | 0 komentar

Total Tayangan Halaman