Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

43 Pilkada Dipercepat ke 2013

Written By GOJEK #GolekRejeki on Senin, 21 Januari 2013 | 08.00

Dewan Perwakilan Rakyat RI dan pemerintah sepakat mempercepat 43 pemilu kepala daerah yang akan digelar pada 2014 ke tahun 2013. Langkah itu untuk mencegah beban berat bagi para penyelenggara pemilu di 2014. 

"Bayangkan pemilu legislatif DPR, DPRD, DPD itu di 2014, pemilu presiden dan wakil presiden juga di 2014. Mana sanggup KPU dengan beban yang begitu berat, di tambah lagi pilkada," kata Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi seusai rapat bersama Komisi II DPR di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (21/1/2013).
Gamawan menjelaskan, dari 43 pilkada yang bakal digelar di 2014, 28 di antaranya dijadwalkan digelar pada 2013. Angka ini terdiri dari satu pilkada tingkat provinsi, 23 di tingkat kabupaten, dan 4 di tingkat kota. 

Adapun 15 pilkada lainnya, tambah Gamawan, belum terjadwal. Rinciannya, yakni satu pilkada tingkat provinsi, 9 tingkat kabupaten, dan 5 kota. Dengan demikian, perlu dibuat peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) untuk 15 pilkada tersebut.
"Kesimpulannya DPR meminta kepada Presiden untuk menerbitkan peraturan pemerintah pengganti UU melalui Menteri Dalam Negeri. Besok sudah langsung dibuat surat untu k presidennya," kata Gamawan. 

Gamawan menambahkan, 43 pilkada itu akan digelar bersamaan dengan 137 pilkada di 2013 yang terdiri dari 14 di tingkat provinsi, 95 di kabupaten, dan 28 di kota. Meski demikian, bagi pilkada yang mestinya digelar di 2013, masa jabatan kepala daerahnya tetap akan habis di 2014 . "Pemilunya saja dipercepat, pelantikannya tetap 2014," pungkas dia. (kompas.com)
08.00 | 0 komentar

Alasan Mundurnya Hary Tanoesoedibjo dan Prediksi Ke depan


Hary Tanoesoedibjo dan Ahmad Rofiq(foto: detik.com)
Partai Nasdem (Nasional Demokrat) merupakan partai yang fenomenal dan penuh kejutan dalam dunia perpolitikan Indonesia. Kejutan pertama adalah lolosnya Partai Nasdem dalam Verifikasi yang dilakukan oleh KPU sehingga dinyatakan sebagai satu-satunya partai baru yang lolos dan dinyatakan layak untuk berpartisipasi dalam pemilihan umum tahun 2014.

Kejutan kedua adalah mundurnya Ketua Dewan Pakar Partai Nasional Demokrat, Hary Tanoesoedibjo yang diikuti oleh pendukung-pendukungnya yang rata-rata merupakan barisan Pengurus Muda dalam Partai Nasdem. Mundurnya pilar-pilar penting partai Nasdem tersebut tidak lain disebabkan karena perbedaan visi politik antara Surya Paloh dengan Hary Tanoesoedibjo sehingga menimbulkan perpecahan di partai tersebut. 

Masalahnya sederhana, saya melihat Partai NasDem sudah berkembang dengan baik dan mayoritas pengurus NasDem di daerah itu adalah kalangan muda. NasDem sangat bisa diterima kalangan muda, sekitar 70 persen adalah anak muda, dan tentunya saya ingin pertahankan struktur kepengurusan yang berlangsung tanpa ada perubahan karena saya kira yang senior mendorong kaum muda supaya bekerja lebih keras lebih giat.

Namun Surya Paloh sebagai ketua majelis ingin perubahan, beliau ingin langsung terjun sebagai ketua umum, ini bukan berarti konflik saya secara pribadi. Tapi secara organisasi ada perbedaan sehingga pada satu titik saya harus mengambil keputusan. (Hari Tanoe, 21 Januari 2013)

Mundurnya Hary Tanoe pasti akan memberikan dampak yang cukup besar bagi perkembangan Partai Nasdem. Sebagaimana diketahui bersama, Surya Paloh dan Hary Tanoesoedibjo merupakan dua raja media yang sangat berpengaruh di Indonesia. Surya Paloh melalui jaringan Metro TV dan Media Indonesia memang masih bisa membesarkan Partai tersebut, tapi tetap saja kurang efektif karena segmen kedua media tersebut adalah "orang kantoran dan orang pintar", berbeda dengan segmen MNC Group yang lebih beragam.

Sebenarnya kebesaran Partai Nasdem masih dapat dipertahankan apabila kedua tokoh besar tersebut mampu mengendalikan dan menyatukan ego mereka. Kendati tetap akan menyisakan bom waktu, penyatuan kedua tokoh ini minimal untuk jangka waktu pendek (sampai pemilihan umum 2014) akan memberikan dampak kejut bagi parta-partai lain terutama Golkar yang dianggap kakak kandungnya serta Partai Demokrat yang suaranya menurun karena isu korupsi yang melanda.

Dan sebuah keuntungan yang cukup besar bagi partai lain apabila Hary Tanoesoedibjo bersama gerbong-gerbong politiknya bisa bergabung. Dan salah satu Partai yang memiliki kesamaan idiologi maupun visi politik yang paling mendekati dengan kubu Hary Tanoe adalah Partai Gerindra. Tapi tidak menutup kemungkinan jika Beliau bergabung dengan partai yang lain atau mendirikan ormas baru dan pada saat yang tepat mendeklarasikan ormas tersebut menjadi sebuah partai Politik baru layaknya Partai Nasdem yang sudah dibesarkannya.
03.27 | 0 komentar

Total Tayangan Halaman